Pertamina Patra Niaga Perluas Ruang Belajar Anak Pesisir di Cendi Manik
Dailynesia.com – Anak-anak di Desa Cendi Manik, Nusa Tenggara Barat, kini memiliki ruang belajar yang memadukan pendidikan dengan pengalaman langsung di lingkungan pesisir. Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, PT Pertamina (Persero) bersama Pertamina Patra Niaga mendorong penguatan kapasitas masyarakat dengan menghubungkan tiga unsur penting: pendidikan, ekologi, dan ekonomi lokal.
Program yang dimulai pada 2024 tersebut menjangkau 135 penerima manfaat. Kegiatan belajarnya tidak hanya berlangsung di ruang tertutup, melainkan juga memanfaatkan kawasan mangrove, pesisir, dan ruang terbuka sebagai sarana pembelajaran. Anak-anak diajak mengenali lingkungan tempat tinggal mereka sekaligus melihat peluang yang dapat tumbuh dari potensi daerah.
Pendidikan yang Dekat dengan Kehidupan Pesisir
Pendekatan Sekolah Alam Anak Pesisir dirancang agar peserta tidak hanya menerima materi di kelas. Mereka belajar tentang ekosistem mangrove, penanaman dan perawatan tanaman pesisir, permainan tradisional, kreativitas, hingga pemahaman mengenai potensi ekonomi setempat.
Model ini memakai konsep 3E, yakni Ekologi, Edukasi, dan Ekonomi. Ketiga aspek tersebut dipadukan agar pendidikan tidak terlepas dari kebutuhan warga maupun keberlanjutan kawasan pesisir. Bagi anak-anak, alam di sekitar mereka menjadi sumber pengetahuan yang dapat dipahami melalui praktik sehari-hari.
Pada sektor pendidikan, program telah melibatkan 1.772 peserta dalam 11 kegiatan pembelajaran bertema pesisir. Destinasi edukasi mangrove dan pantai juga mencatat 860 kunjungan setiap tahun. Angka tersebut mencerminkan pemanfaatan ruang pesisir sebagai tempat belajar yang aktif bagi anak-anak dan masyarakat.
Rehabilitasi Mangrove dan Penguatan Ekonomi Warga
Selain memperluas akses pembelajaran, program ini membawa kegiatan konservasi ke dalam proses pendidikan. Sebanyak 4.500 bibit mangrove telah ditanam untuk mendukung rehabilitasi pesisir. Kawasan mangrove tersebut memiliki potensi penyimpanan karbon hingga 80,763 ton CO₂ per hektare.
Mangrove memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir karena menjadi bagian dari lingkungan yang dipelajari langsung oleh para peserta. Melibatkan anak-anak dalam aktivitas penanaman dan perawatan juga membantu menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi alam di sekitar mereka sejak dini.
Dari sisi ekonomi, kegiatan berbasis potensi lokal menghasilkan tambahan pendapatan kelompok sebesar Rp24 juta per tahun. Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS turut mencatat efisiensi biaya energi sekitar Rp6,6 juta per tahun. Penguatan ekonomi ini menjadi bagian dari upaya agar program sosial memiliki manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
“Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kreativitas, dan kemandirian anak-anak. Kami percaya bahwa pemberdayaan yang mengintegrasikan pendidikan, ekologi, dan ekonomi dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat pesisir,” ujar VP Community Involvement Development PT Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati.
Pengembangan Bertahap Sejak 2024
Pelaksanaan program dikembangkan secara bertahap. Pada 2024, perhatian utama diarahkan pada pembentukan kelompok, pembangunan Rumah Literasi sebagai tempat belajar, serta penguatan kapasitas melalui kegiatan benchmarking ke Anak Alam Learning House di Sumbawa, NTB.
Tahun berikutnya, pengembangan berlanjut melalui penyusunan Kurikulum 3E sebagai pedoman pembelajaran. Pada 2026, program memperkenalkan Pertakid sebagai media belajar bagi murid Sekolah Alam Anak Pesisir. Tahapan ini menunjukkan upaya untuk membangun sistem pembelajaran yang semakin terarah dan sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat pesisir.
Kolaborasi warga menjadi unsur penting dalam pelaksanaan kegiatan. Program tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat, tetapi juga memperkuat keterlibatan mereka dalam pengelolaan kawasan pesisir dan pengembangan potensi desa.
Berawal dari Delapan Anak di Musala
Di balik berkembangnya Sekolah Alam Anak Pesisir, ada perjalanan Komunitas Sanggar Belajar Jalan Pulang yang dirintis Zahit Idris sejak 2022. Gerakan pendidikan itu lahir dari perhatian terhadap anak-anak putus sekolah di Desa Cendi Manik yang memiliki keterbatasan akses belajar.
Pada awal kegiatan, hanya delapan anak yang mengikuti proses belajar. Aktivitas tersebut dilakukan di musala karena belum tersedia ruang kelas tetap maupun kurikulum pembelajaran. Dari kondisi sederhana itu, komunitas terus membangun ruang yang dapat menjadi tempat anak-anak berkembang dan memperluas wawasan.
“Sanggar Belajar Jalan Pulang hadir untuk dapat menjadi ruang belajar dan tempat pulang bagi anak-anak pesisir di Cendi Manik yang kurang memiliki akses pendidikan. Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, anak-anak dapat belajar menjaga lingkungan, mengembangkan kreativitas dan diri, serta memperluas wawasan tentang alam,” ujar Zahit.
Kehadiran Rumah Literasi, pembelajaran berbasis lingkungan, serta kegiatan ekonomi lokal memperluas fungsi program dari sekadar aktivitas pendidikan. Anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang berkaitan dengan kehidupan mereka, sementara masyarakat didorong untuk menjaga pesisir dan mengembangkan peluang dari sumber daya yang tersedia secara bertanggung jawab.
Melalui Sekolah Alam Anak Pesisir, Pertamina Patra Niaga melanjutkan kolaborasi dengan masyarakat Cendi Manik untuk memperkuat akses pendidikan, merawat lingkungan pesisir, dan mengembangkan potensi lokal. Perpaduan antara pembelajaran, konservasi, dan penguatan ekonomi menjadi fondasi bagi manfaat jangka panjang di kawasan tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pertamina Dorong Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat?
Pertamina Dorong Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pertamina Dorong Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat matter?
Pertamina Dorong Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

