News

Terima Kasih Purbaya, Selamat Bertugas Menkeu Suahasil Nazara

konferensi-pers-apbn-kita-edisi-juni-2026-pada-jumat-5-juni-2026-pukul-1330-wib-di-aula-djuanda-gedung-djuanda-i-lantai-mezzan-1780642428365_169

Suahasil Nazara Pimpin Kementerian Keuangan Usai Reshuffle Kabinet

Dailynesia.com – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih dengan menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026. Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, yang tepat menyelesaikan satu tahun tugasnya mengelola kebijakan fiskal di pemerintahan Prabowo.

Pergantian ini melanjutkan dinamika di posisi bendahara negara. Sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati diberhentikan dari jabatan Menteri Keuangan pada 8 September 2025. Purbaya kemudian mengisi posisi tersebut sebelum kini tongkat kepemimpinan Kementerian Keuangan diserahkan kepada Suahasil.

Pesan utama: APBN sehat dan kredibel

Setelah pelantikan, Suahasil menegaskan fokus utamanya adalah memastikan kondisi keuangan negara tetap sehat sekaligus memiliki kredibilitas. Baginya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara harus dapat mendukung agenda prioritas pemerintah tanpa mengabaikan perannya dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Ia menyampaikan bahwa Presiden memberikan mandat agar pengelolaan fiskal dilakukan dengan perhatian besar pada keberlanjutan keuangan negara. APBN, dalam pandangannya, bukan sekadar instrumen pembiayaan program, melainkan juga penopang pertumbuhan dan kepercayaan terhadap arah ekonomi nasional.

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ujarnya.

Suahasil menjelaskan bahwa informasi mengenai penunjukannya diterima pada Senin pagi. Setelah itu, ia diminta mempersiapkan diri untuk menjalani prosesi pelantikan pada sore hari. Tidak ada pembicaraan panjang yang mendahului keputusan tersebut.

“Saya disampaikan tadi pagi dan untuk bersiap untuk pelantikan pada sore hari ini, seperti itu,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya dihubungi oleh pihak Istana sebelum menghadap langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Ditelepon oleh Istana dan tadi saya menghadap Bapak Presiden,” kata Suahasil.

Satu Tahun Kebijakan Purbaya

Masa tugas Purbaya Yudhi Sadewa berlangsung dalam periode ketika pemerintah mendorong percepatan kegiatan ekonomi. Salah satu sasaran besar yang kerap ia sampaikan adalah membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 8 persen, selaras dengan cita-cita Presiden. Namun, ia menilai pencapaian tersebut harus dilakukan melalui tahapan yang terukur, dengan target awal pertumbuhan sekitar 6 persen pada 2026.

Selama memimpin Kementerian Keuangan, Purbaya memberi perhatian pada ketersediaan likuiditas dalam sistem keuangan. Ia menggunakan perkembangan uang primer, atau base money dan M0, sebagai salah satu indikator untuk membaca intensitas aktivitas ekonomi nasional.

“Base money, M0, atau primary money, selama ini cukup baik untuk menggambarkan keadaan likuiditas di sistem keuangan seluruhnya. Akhir Juli 2026 sudah capai 18,3% tuh pertumbuhan base money-nya,” tutur Purbaya.

Empat hari setelah mulai menjabat, ia menetapkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025. Kebijakan itu mengatur penempatan dana Rp200 triliun pada Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara. Langkah tersebut menjadi bagian dari dorongan likuiditas yang terus berlanjut hingga 2026.

Di sisi lain, Purbaya menahan sejumlah rencana fiskal yang berpotensi menambah tekanan terhadap konsumsi masyarakat. Kebijakan yang tidak dilanjutkan dalam masa kepemimpinannya mencakup kenaikan tarif cukai hasil tembakau, penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan atau MBDK, serta pungutan pajak penghasilan digital bagi pedagang daring di platform e-commerce.

“Jadi selama setahun ini, saya tidak pernah menaikkan tarif pajak, pajak baru juga enggak ada, karena filosofi kita selama ini, atas petunjuk Pak Presiden adalah, tak ada gunanya kita buat susah masyarakat, kalau ekonominya belum terlalu kuat,” kata Purbaya.

Pertumbuhan Ekonomi dalam Masa Transisi

Sejumlah catatan pertumbuhan ekonomi menunjukkan pergerakan yang lebih kuat setelah Purbaya masuk ke Kementerian Keuangan. Pada kuartal IV 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen secara tahunan. Laju tersebut meningkat menjadi sekitar 5,61 persen pada kuartal I 2026.

Pada kuartal II 2026, pertumbuhan kemudian berada di level 5,29 persen secara tahunan. Purbaya mengaitkan perlambatan itu dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Meski turun dari kuartal sebelumnya, angka tersebut tetap berada di atas beberapa capaian sebelum ia menjabat.

Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2025 tercatat 4,87 persen secara tahunan. Angkanya naik menjadi 5,12 persen pada kuartal II 2025, lalu berada di 5,04 persen pada kuartal III 2025. Rangkaian angka ini menjadi konteks bagi kebijakan likuiditas dan upaya menjaga daya beli yang ditempuh sepanjang masa kepemimpinan Purbaya.

Purbaya juga pernah menggambarkan beratnya beban kerja sebagai pengelola fiskal. Saat masih memimpin Lembaga Penjamin Simpanan, berat badannya mencapai 102 kilogram. Angka itu sempat turun menjadi 88 kilogram ketika menjabat Menteri Keuangan, sebelum kembali pulih di kisaran 97 hingga 98 kilogram.

“Berarti kerjanya memang berat,” kata Purbaya saat berbincang dengan wartawan pada 8 September 2026.

Tantangan bagi Menteri Keuangan Baru

Dengan Suahasil sebagai Menteri Keuangan, perhatian akan tertuju pada kesinambungan kebijakan fiskal, kemampuan APBN membiayai program pemerintah, serta pemeliharaan stabilitas ekonomi. Penekanan Suahasil pada kesehatan dan kredibilitas keuangan negara memperlihatkan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan belanja negara, pertumbuhan ekonomi, dan kepercayaan terhadap pengelolaan anggaran.

Masa jabatan Kabinet Merah Putih berlangsung untuk periode 2024-2029. Suahasil menyatakan penunjukan ini merupakan kepercayaan Presiden untuk meneruskan tugas sebagai Menteri Keuangan hingga akhir masa kerja kabinet. Peralihan kepemimpinan tersebut menandai babak baru bagi otoritas fiskal, setelah satu tahun kebijakan Purbaya berfokus pada penguatan likuiditas dan penahanan langkah-langkah yang dinilai dapat menekan masyarakat.

Frequently Asked Questions

What is Terima Kasih Purbaya Selamat Bertugas Menkeu?

Terima Kasih Purbaya Selamat Bertugas Menkeu is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Terima Kasih Purbaya Selamat Bertugas Menkeu matter?

Terima Kasih Purbaya Selamat Bertugas Menkeu matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *