Bukan Cuma Soal Trafic, Danantara Dorong ini ke BUMN Tol

2 days ago  ·  4 min read
By David Williams - dailynesia.com
jalan-tol-ibu-kota-nusantar-ikn-menghubungkan-kota-balikpapan-dengan-kawasan-inti-pusat-pemerintahan-kipp-nusantara-di-kaliman-1787646519331_169

Danantara Tekan Transformasi Layanan Jalan Tol: Dari Infrastruktur ke Budaya Pelayanan

Dailynesia.com – Langkah strategis Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) kini mengarah pada satu sektor yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas jutaan warga Indonesia: operator jalan tol. Bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan lalu lintas atau lonjakan pendapatan retribusi, Danantara menuntut pergeseran paradigma yang lebih mendasar—yakni menjadikan kenyamanan, keselamatan, dan kemudahan pengguna jalan sebagai tolok ukur utama keberhasilan BUMN transportasi.

Penekanan ini disampaikan langsung oleh Wamildan Tsani Panjaitan, Senior Director Transportation Sector di Danantara Aset Manajemen (DAM), ketika ia hadir di ajang Danantara Housing Expo 2026 pada Senin (31/8/2026). Dalam keterangannya, Wamildan secara spesifik menyoroti kualitas layanan yang diberikan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), perusahaan pelat merah yang mengelola jaringan jalan tol terpanjang di Tanah Air.

Ukuran Keberhasilan yang Baru

Wamildan menegaskan bahwa metrik keberhasilan sebuah BUMN di sektor transportasi tidak lagi bisa direduksi menjadi statistik volume kendaraan atau nilai investasi proyek. Yang menjadi perhatian utama kini adalah pengalaman nyata di atas jalan: apakah kondisi permukaan jalan tetap terjaga, apakah arus lalu lintas berjalan mulus tanpa hambatan tak perlu, apakah keselamatan pengguna terjamin secara konsisten, dan apakah respons terhadap gangguan dapat dilakukan dengan kecepatan yang memadai.

“Kondisi jalan yang terjaga, perjalanan yang semakin lancar, keselamatan pengguna yang semakin terjamin, serta kemampuan mengantisipasi dan menangani gangguan secara cepat,” ujar Wamildan dalam keterangannya di Danantara Housing Expo 2026.

Pernyataan ini menandai pergeseran signifikan dalam cara pemerintah pusat memandang peran BUMN infrastruktur. Selama beberapa dekade, evaluasi kinerja operator tol cenderung berfokus pada capaian fisik: kilometer jalan yang dibangun, nilai kontrak yang terealisasi, atau tingkat pengembalian investasi. Dengan pendekatan baru yang didorong Danantara, dimensi pelayanan dan pengalaman pengguna kini ditempatkan setara—bahkan lebih utama—dengan parameter teknis tersebut.

Travoy: Satu Ekosistem Digital untuk Seluruh Perjalanan

Sebagai instrumen konkret dari transformasi yang dimaksud, Wamildan mendorong agar fitur Travoy dapat diadopsi secara luas oleh pengguna jalan tol. Aplikasi ini dirancang sebagai satu pintu digital yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari persiapan sebelum berangkat hingga penanganan kendala di tengah rute. Dengan demikian, perjalanan dari dan menuju tempat tinggal dapat disiapkan serta dijalani dengan tingkat kelancaran, keamanan, dan kenyamanan yang jauh lebih tinggi dibanding model konvensional.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa pengembangan layanan terintegrasi semacam ini merupakan bagian dari agenda transformasi perusahaan secara menyeluruh. Ia membingkai perubahan tersebut dalam kerangka yang lebih luas: pergeseran dari sekadar membangun infrastruktur menuju membentuk budaya pelayanan.

“Kami ingin mendorong transformasi peradaban melalui pergeseran dari infrastructure menjadi infraculture, dengan mengubah paradigma yang semula berfokus pada pengembangan jalan tol sebagai aset infrastruktur menuju budaya pelayanan terbaik dalam menghadirkan pengalaman perjalanan penuh arti,” kata Rivan.

Istilah “infraculture” yang dipergunakan Rivan merujuk pada gagasan bahwa jalan tol bukan lagi sekadar beton, aspal, dan gerbang tol, melainkan sebuah ekosistem pengalaman yang harus dirancang dengan menempatkan manusia sebagai pusat. Dalam konteks Indonesia, di mana jaringan tol terus diperluas untuk menghubungkan kawasan industri, permukiman, dan pusat ekonomi, pergeseran paradigma ini membawa implikasi langsung bagi kualitas hidup harian ratusan juta pengguna jalan.

Aplikasi Travoy dalam Praktik Harian

Rivan merinci bagaimana Travoy beroperasi sebagai bagian dari ekosistem digital yang menjawab kebutuhan riil masyarakat. Platform ini mengangkat keterkaitan antara hunian dan mobilitas sebagai dua sisi dari aktivitas sehari-hari yang tidak dapat dipisahkan. Secara teknis, cakupan Travoy meliputi beberapa tahapan perjalanan:

Pada titik masuk gerbang tol, pengguna dapat memanfaatkan layanan transaksi digital yang mencakup penerbitan digital receipt, pengisian ulang saldo (top up), serta transaksi nirsentuh berbasis stiker Radio Frequency Identification (RFID). Mekanisme ini memangkas waktu tunggu di gerbang dan mengurangi interaksi fisik yang selama ini menjadi sumber kemacetan lokal.

Apabila pengguna membutuhkan jeda istirahat, Travoy Rest menyediakan informasi fasilitas di area rest area, termasuk ketersediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Fitur ini membantu pengemudi merencanakan istirahat secara efisien tanpa harus menebak-nebak ketersediaan layanan di lokasi.

Untuk situasi darurat atau kendala teknis di perjalanan, pengguna dapat mengakses One Call Center 133 guna memperoleh bantuan langsung, termasuk layanan derek kendaraan dan dukungan petugas di lapangan. Integrasi layanan darurat ke dalam satu platform digital memangkas waktu respons dan memberikan rasa aman bagi pengemudi yang menghadapi situasi tidak terduga di tengah jalan tol.

Implikasi Lebih Luas

Dorongan Danantara terhadap transformasi layanan Jasa Marga bukan sekadar inisiatif satu perusahaan. Sebagai badan pengelola investasi yang mengawasi portofolio BUMN, arah kebijakan yang ditetapkan di tingkat ini akan menjadi preseden bagi seluruh entitas pelat merah di sektor transportasi. Jika paradigma “infraculture” berhasil diimplementasikan pada jaringan tol terpanjang di Indonesia, standar pelayanan yang dihasilkan berpotensi menjadi rujukan bagi pengembangan infrastruktur mobilitas di kota-kota lain.

Bagi pengguna jalan, implikasi paling langsung adalah berkurangnya friksi dalam aktivitas harian: transaksi yang lebih cepat, informasi fasilitas yang transparan, dan akses bantuan darurat yang responsif. Bagi industri, tekanan untuk beradaptasi dengan standar pelayanan baru ini akan mendorong inovasi teknologi dan peningkatan kompetensi SDM di sektor operator tol. Dan bagi masyarakat secara keseluruhan, transformasi ini menempatkan keselamatan serta kenyamanan perjalanan bukan lagi sebagai bonus, melainkan sebagai hak dasar yang harus dipenuhi oleh setiap infrastruktur publik.

Frequently Asked Questions

What is Bukan Cuma Soal Trafic Danantara Dorong?

Bukan Cuma Soal Trafic Danantara Dorong is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bukan Cuma Soal Trafic Danantara Dorong matter?

Bukan Cuma Soal Trafic Danantara Dorong matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category