Sebut Banyak Pemain Lain Kesulitan, Peritel Ini Agresif Buka Toko Baru

2 days ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
finance-director-joysparks-group-dedi-wongso-dua-dari-kiri-dan-direktur-supermarket-pt-star-maju-sentosa-meshvara-kanjaya-tiga-1787044126870_169-1

Joysparks Group Siapkan Anggaran Rp200 Miliar per Tahun untuk Ekspansi Agresif

Dailynesia.com – Di tengah perlambatan daya beli yang masih membayangi ekonomi domestik, satu grup ritel justru mempercepat langkah ekspansinya. Joysparks Group mengalokasikan anggaran antara Rp150 miliar hingga Rp200 miliar setiap tahun untuk periode dua tahun ke depan, dengan target menggandakan jumlah gerai dalam dua sampai tiga tahun.

Grup yang menaungi Star Department Store, Happy Harvest Supermarket, dan Lintas Bookstore ini menargetkan pengoperasian total 10 gerai pada akhir 2026 — terdiri dari lima supermarket, empat department store, dan satu toko buku. Angka tersebut kemudian diproyeksikan naik hingga dua kali lipat dalam horizon waktu dua sampai tiga tahun.

“Kami sudah mengalokasikan range Rp150 hingga Rp200 miliar per tahun untuk saat ini sampai dua tahun ke depan. Per tahun ini kami akan mengoperasikan total 10 gerai ini gabungan toko bukunya satu, supermarket lima lalu department store-nya empat. Lalu kami menargetkan dua kali lipat maksimal 2 sampai 3 tahun ke depan. Nah jadi apakah agresif? iya,” kata Dedi.

Diversifikasi sebagai Perisai Ekonomi

Keputusan memperluas portofolio ke kebutuhan primer dan produk gaya hidup bukan tanpa alasan. Ketika department store cenderung bergantung pada belanja sekunder seperti fesyen, supermarket menghadirkan arus transaksi harian yang jauh lebih stabil. Kombinasi kedua lini ini, ditambah segmen buku, membentuk bantalan terhadap fluktuasi konsumsi.

Finance Director Joysparks Group, Dedi Wongso, menjelaskan bahwa perusahaan masih mampu mencatat pertumbuhan di atas rataza industri meskipun banyak kompetitor mengalami tekanan berat.

“Berbicara tentang history bagaimana growth memang kita bisa rasakan ya buat sebagian orang ya masa ekonomi daya beli menurun, itu pun tidak terlepas ya tetapi kami masih bisa bilang kami cukup beruntung bisa bertumbuh di atas average gitu masih bisa bertumbuh. Dibantu lagi dengan lini bisnis supermarket yang mana ini bisnis kebutuhan pokok alias primer,” ujar Dedi dalam konferensi pers di Serpong, Selasa (18/8/2026).

“Jadi kita melihat growth ini bukan sekadar sesuatu itu tetapi secara keseluruhan menurun tetapi selalu ada potensi. Nah kami dari tahun lalu masih bisa growth single digit yang kita rasa banyak retailer struggling (kesulitan, berjibaku). Kami bersyukur kami masih bisa bertahan karena kita menyasar segmentasi yang kita rasa cukup bisa bertahan dengan kondisi saat ini,” tambahnya.

Melampaui Batas Jaringan Mal Summarecon

Ekspansi Joysparks tidak lagi terikat pada pusat perbelanjaan Summarecon yang selama ini menjadi basis operasional Star. Perusahaan memastikan akan menjajaki lokasi di luar jaringan tersebut pada tahun berjalan, meskipun pusat perbelanjaan Summarecon tetap dipertahankan sebagai salah satu titik yang selaras dengan profil konsumennya.

“Apakah terbuka di Mal Summarecon dalam waktu dekat ini pijakan kaki pertama memang di luar mal Summarecon yang mana tahun ini juga kami akan buka. Jadi masing-masing lini utama ini sudah ada roadmap untuk ekspansi,” kata Dedi.

Strategi Happy Harvest: Lokal, Kreatif, dan Berbasis Teknologi

Di segmen supermarket, Happy Harvest menempuh pendekatan yang memadukan promosi produk lokal, program loyalitas pelanggan, serta teknologi Electronic Shelf Label (ESL) agar penyesuaian harga dapat dilakukan secara otomatis dan real-time. Ekosistem loyalty yang menghubungkan pelanggan lintas lini bisnis turut memperkuat retensi.

Direktur Supermarket PT Star Maju Sentosa, Meshvara Kanjaya, menegaskan bahwa keunggulan kompetitif tidak boleh direduksi menjadi perang diskon semata.

“Kalau kita cuma berjualan dengan harga diskon, diskon, diskon, how low can you go? Tapi kita harus berpikir kreatif membuat customer belanja beyond diskon, oh saya suka ke sini beyond just the products. Menurut saya sebagai supermarket lokal kita mempunyai kekuatan walaupun mungkin yang lain juga punya kekuatan ya, tapi paling tidak kita memiliki komitmen untuk mempromosikan produk lokal,” ujar Meshvara.

Frequently Asked Questions

What is Sebut Banyak Pemain Lain Kesulitan Peritel?

Sebut Banyak Pemain Lain Kesulitan Peritel is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sebut Banyak Pemain Lain Kesulitan Peritel matter?

Sebut Banyak Pemain Lain Kesulitan Peritel matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category