Video: Gempa M6,1 Hantam Nias, Titik Pusatnya di Laut

2 days ago  ·  3 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
gempa-m61-hantam-nias-titik-pusatnya-di-laut-1787048877072_169

Video: Gempa M6,1 Hantam Nias, Titik Pusatnya di Laut

Dailynesia.com – Pada Selasa siang, 18 Agustus 2026, kawasan Pulau Nias di Provinsi Sumatra Utara diguncang oleh aktivitas seismik yang cukup kuat. Video: Gempa M6,1 Hantam Nias, Titik Pusatnya di Laut menjadi sorotan utama setelah pembacaan awal menempatkan kekuatan guncangan pada Magnitudo 6,1. Peristiwa ini terekam dan disiarkan melalui segmen Closing Bell CNBC Indonesia, memberikan gambaran langsung kepada publik mengenai dampak guncangan di wilayah pesisir tersebut.

Titik pusat gempa tercatat berada di perairan, tepatnya di laut yang berdekatan dengan wilayah Nias. Kedalaman hiposenter ditetapkan pada 35 kilometer di bawah permukaan laut. Lokasi episenter di perairan berarti bahwa energi seismik merambat melalui medium air sebelum mencapai daratan, sehingga intensitas guncangan yang dirasakan warga di pesisir Nias dapat bervariasi tergantung jarak dari titik pusat dan kondisi geologi setempat.

Revisi Parameter oleh BMKG

Setelah pemutakhiran data seismik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan penyesuaian terhadap parameter gempa. Kekuatan guncangan direvisi dari Magnitudo 6,1 menjadi Magnitudo 5,8. Revisi semacam ini merupakan prosedur standar dalam pemantauan seismik, di mana data awal yang diperoleh dalam hitungan detik segera diperhalus seiring bertambahnya stasiun pencatat yang mengirim informasi. Perbedaan setengah magnitudo antara pembacaan awal dan revisi menunjukkan bahwa energi yang dilepaskan sedikit lebih rendah dari estimasi pertama, namun tetap berada dalam kategori gempa kuat yang dapat dirasakan secara luas oleh penduduk di sekitar episenter.

BMKG terus memantau aktivitas seismik di sekitar Nias dan Sumatra Utara secara berkelanjutan. Wilayah ini terletak di sepanjang jalur subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, sehingga aktivitas gempa bumi merupakan hal yang tidak asing bagi masyarakat setempat. Pemantauan real-time memungkinkan BMKG memberikan informasi cepat kepada warga mengenai lokasi, kedalaman, dan kekuatan setiap guncangan yang terjadi.

FAQ: Pertanyaan Umum Mengenai Gempa di Nias

Apakah gempa Magnitudo 5,8 dengan kedalaman 35 km berpotensi menimbulkan tsunami? Dengan kedalaman hiposenter 35 kilometer dan lokasi episenter di perairan, potensi tsunami tetap perlu dipantau. Namun, pada umumnya gempa dengan kedalaman lebih dari 30 kilometer memiliki energi yang lebih teredam sebelum mencapai permukaan laut, sehingga risiko tsunami lebih rendah dibandingkan gempa dangkal di bawah 20 kilometer. Warga di pesisir Nias tetap disarankan mengikuti pengumuman resmi BMKG sebelum kembali ke area pantai.

Bagaimana warga Nias sebaiknya bersikap saat merasakan guncangan? Jika berada di dalam bangunan, cari tempat aman di bawah meja atau di sudut ruangan yang kokoh. Hindari berdiri di dekat jendela atau benda yang mudah jatuh. Setelah guncangan berhenti, periksa kondisi sekitar dan ikuti instruksi dari petugas setempat. Jangan panik dan sebarkan informasi yang belum terverifikasi melalui media sosial.

Di mana saya dapat memantau informasi gempa terkini? BMKG menyediakan pemantauan seismik real-time melalui situs resmi dan aplikasi mobile. Selain itu, laporan video seperti Video: Gempa M6,1 Hantam Nias, Titik Pusatnya di Laut juga disiarkan melalui media nasional termasuk CNBC Indonesia untuk memberikan konteks visual dan narasi kepada masyarakat secara lebih luas.

Peristiwa seismik di Nias pada Selasa siang ini menjadi pengingat bahwa wilayah Sumatra Utara tetap berada dalam zona aktif. Masyarakat diimbau untuk selalu menyiapkan rencana kesiapsiagaan gempa di rumah dan tempat kerja, serta mengikuti kanal informasi resmi guna mendapatkan data yang akurat dan tepat waktu setiap kali guncangan terjadi.

More from this category