Bumi Terbakar! 112 Juta Hektare Lahan Dilalap Api Tahun Ini

5 days ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
seorang-petugas-pemadam-kebakaran-berupaya-memadamkan-api-yang-masih-berkobar-di-daerah-franschhoek-cape-town-afrika-selatan-2-1769076336051_169

Krisis Global: Bumi Terbakar 112 Juta Hektare Lahan di 2026

Dailynesia.com – Data terbaru dari Global Wildfire Information System (GWIS) melalui platform Our World in Data mengungkap skala bencana yang luar biasa. Hingga pertengahan Agustus 2026, total area seluas 112,3 juta hektare telah dilalap api di berbagai penjuru dunia. Meskipun frekuensi kejadian api di beberapa wilayah cenderung menurun, luas permukaan tanah yang hangus justru menunjukkan tren peningkatan signifikan. Fenomena ini mengindikasikan bahwa kebakaran yang terjadi kini lebih intens dan memiliki cakupan dampak yang lebih luas dibandingkan periode sebelumnya.

Afrika: Episentrum Kebakaran Global

Afrika mendominasi sebagai pusat kebakaran global pada tahun 2026 ini. Lebih dari 50 persen dari keseluruhan lahan yang terbakar di planet ini berlokasi di benua tersebut. Sebagian besar aktivitas pembakaran di wilayah ini merupakan praktik musiman yang dilakukan secara sengaja oleh masyarakat lokal. Tradisi menggunakan api untuk membuka lahan pertanian, mengatur padang rumput, dan mempersiapkan tanah sudah berlangsung lama di kawasan sub-Sahara.

Skala kerusakan di Afrika sangat luar biasa. Total area yang hangus di benua ini mencapai 26 kali lipat luas wilayah Amerika Serikat.

Republik Demokratik Kongo mencatatkan angka tertinggi dengan 13,6 juta hektare, setara dengan ukuran negara Inggris. Di posisi kedua terdapat Angola dengan 7,5 juta hektare, diikuti Sudan Selatan sebesar 7 juta hektare, dan Republik Afrika Tengah mencapai 6 juta hektare. Angka-angka ini menunjukkan betapa besarnya tantangan yang dihadapi negara-negara Afrika dalam mengelola kebakaran lahan.

Dampak di Luar Afrika: Eropa dan Amerika

Jumlah besar lahan terbakar tidak selalu berarti tingkat bahaya yang ekstrem. Sistem GWIS juga memasukkan aktivitas pembakaran lahan pertanian dan pembakaran terencana dalam datanya. Namun, berbagai negara di luar benua Afrika tetap menghadapi situasi kebakaran liar yang signifikan sepanjang tahun ini.

Spanyol mengalami salah satu musim kebakaran terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Kombinasi gelombang panas ekstrem dan kekeringan menyebabkan sekitar 180.000 hektare tanah hangus hingga awal Agustus. Kebakaran di Ávila tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah negara tersebut. Bersama dengan situasi di Prancis, jumlah penduduk yang harus dievakuasi mencapai lebih dari 300.000 orang. Baca juga: Tren Cuaca Ekstrem 2026

Di Amerika Utara, Kanada mencatat area terbakar sekitar 2 juta hektare hingga 1 Agustus. Kejadian ini terjadi di berbagai provinsi. Musim kebakaran 2026 berlangsung setelah Kanada mengalami krisis terburuk pada 2023, ketika 15 juta hektare lahan hangus. Angka tersebut merupakan tujuh kali lipat dari rata-rata tahunan historis negara tersebut.

Amerika Serikat juga melaporkan sekitar 2,4 juta hektare lahan terbakar. Negara bagian Oregon dan Washington menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Hingga awal Agustus, lebih dari 100 kebakaran besar masih aktif di seluruh AS. Kekeringan yang melanda lebih dari seperempat wilayah negara memperburuk kondisi tersebut. Tren data selama empat dekade terakhir menunjukkan fenomena menarik: jumlah kejadian api menurun, namun luas area yang hangus justru meningkat.

Kontribusi Wilayah Asia dan Oseania

Australia mencatatkan area terbakar terbesar di belahan bumi selatan, yakni sekitar 11,8 juta hektare. Angka ini menempatkan Australia di peringkat kedua dunia, hanya kalah dari Republik Demokratik Kongo. Hampir seluruh area terbakar di kawasan Oseania berasal dari Australia.

Kawasan Asia menyumbang sekitar 18 persen dari total lahan terbakar global. Myanmar menjadi pemimpin di Asia dengan 4,3 juta hektare, disusul India sebesar 4 juta hektare. Thailand, Laos, dan China masing-masing mencatat area terbakar antara 2,3 hingga 2,7 juta hektare. Lihat data lengkap: Riset Lingkungan 2026

Amerika Selatan menyumbang sekitar 7 persen dari keseluruhan lahan terbakar dunia. Venezuela menjadi yang terbesar di benua tersebut dengan 3 juta hektare, diikuti Brasil sebesar 2 juta hektare. Eropa menjadi kawasan dengan kontribusi terkecil, sekitar 3 persen. Dari total 3,3 juta hektare lahan terbakar di kawasan Eropa, sebagian besar berasal dari Rusia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebakaran Global 2026

Berapa total lahan yang terbakar di seluruh dunia hingga pertengahan Agustus 2026? Total lahan yang terbakar mencapai 112,3 juta hektare berdasarkan data GWIS.

Wilayah mana yang paling banyak mengalami kebakaran? Afrika mendominasi dengan lebih dari 50 persen dari total lahan terbakar global.

Apakah semua lahan terbakar disebabkan oleh kebakaran liar? Tidak. Sistem GWIS juga memasukkan aktivitas pembakaran lahan pertanian dan pembakaran terencana dalam datanya.

Bagaimana tren kebakaran dalam 40 tahun terakhir? Jumlah kejadian api menurun, namun luas area yang hangus justru meningkat, menunjukkan kebakaran menjadi lebih jarang tetapi skalanya lebih besar.

More from this category