37 Gempa Susulan Hantam NTT Paling: Status Peringatan Dini Tsunami Resmi Berakhir
Dailynesia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengakhiri status Peringatan Dini Tsunami di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pukul 07.30 WIB hari ini. Keputusan ini diambil setelah tim ahli melakukan observasi intensif selama dua jam dan berhasil mencatat setidaknya 37 kali gempa susulan yang terjadi pasca-gempa utama. Fenomena ini menjadi perhatian serius masyarakat setempat mengingat kekuatan gempa yang mencapai Magnitudo 7,7.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memberikan penjelasan komprehensif mengenai potensi aktivitas seismik lanjutan. Ia menegaskan bahwa gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 tersebut masih memiliki kemungkinan memicu gempa susulan dalam kurun waktu yang cukup panjang. Menurut estimasi para ahli, aktivitas seismik ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu ke depan.
“Dengan besaran gempa Magnitudo 7,7, tentu masih banyak sekali gempa susulan yang bisa berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu. Namun, bukan berarti masyarakat harus merasa panik, melainkan tetap waspada,”
Menurut Wijayanto, penyebab utama guncangan dahsyat ini berasal dari aktivitas sesar naik busur belakang atau yang dikenal sebagai back-arc thrust. Fenomena geologis ini memiliki potensi kekuatan maksimal mencapai Magnitudo 7,8. Ia menambahkan bahwa intensitas gempa susulan secara bertahap akan mengecil seiring berjalannya waktu, namun masyarakat tetap harus siaga.
Posisi Episenter dan Kedalaman Gempa Utama
Gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB. Pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur. Lokasi ini berjarak sekitar 36 kilometer dari arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman ini menyebabkan guncangan terasa cukup kuat di berbagai wilayah sekitar.
Wijayanto menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan karena Peringatan Dini Tsunami telah diakhiri. Berdasarkan catatan instrumen seismograf, tidak terdeteksi potensi tsunami yang membahayakan lagi. Data dari berbagai stasiun pengamatan menunjukkan stabilitas permukaan laut yang normal pasca-gempa.
“Karena gempa utama sudah mencapai 7,7, maka intensitas gempa susulan akan mengecil. Apalagi Peringatan Dini Tsunami sudah diakhiri, dan dari hasil catatan instrumen sudah tidak ada potensi tsunami yang membahayakan,”
Intensitas Guncangan di Berbagai Wilayah NTT
Dampak guncangan gempa Magnitudo 7,7 ini terbagi dalam beberapa tingkatan skala intensitas yang dirasakan di berbagai lokasi di NTT. Skala VII MMI mencatat guncangan kuat di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, dan Kota Mbay. Mayoritas warga berhamburan keluar rumah dan memicu kerusakan ringan pada struktur bangunan.
Skala VI MMI terdeteksi di Wolowae (Kabupaten Nagekeo) dan Kota Bajawa. Warga terkejut dan segera lari keluar rumah saat merasakan guncangan yang cukup kuat. Sementara itu, skala V MMI dirasakan di Kota Borong dan Ruteng, di mana guncangan cukup kuat hingga membangunkan warga dari tidur.
Monitoring Berkelanjutan dan Imbauan Resmi
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa pihaknya terus memonitor aktivitas gempa susulan serta perkembangan ketinggian air laut secara real-time. Nelly memastikan pemutakhiran data akan disampaikan secara berkala kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat luas melalui berbagai kanal komunikasi resmi.
“Pada pukul 07.30 WIB Peringatan Dini Tsunami resmi berakhir. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,”
Nelly juga mengimbau warga menghindari bangunan berstruktur rusak akibat guncangan serta mengantisipasi potensi gempa susulan lebih lanjut. Gelombang tsunami kecil setinggi 0,3 meter sempat terdeteksi di Labuan Bajo serta dilaporkan muncul di pesisir Sikka, namun tidak membahayakan.
Meskipun status peringatan telah berakhir, Wijayanto tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di dekat bangunan yang retak atau rusak. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi terbaru dari BMKG melalui situs resmi atau media sosial resmi lembaga tersebut.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Berapa lama Peringatan Dini Tsunami berlangsung? Peringatan Dini Tsunami berlangsung selama dua jam sebelum resmi berakhir pada pukul 07.30 WIB setelah observasi tim BMKG.
Apakah masih ada potensi gempa susulan? Ya, gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam kurun waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu ke depan.
Di mana lokasi episenter gempa? Episenter terletak pada koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur, sekitar 36 kilometer dari timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Berapa kedalaman gempa? Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut.
Apakah ada gelombang tsunami yang terdeteksi? Gelombang tsunami kecil setinggi 0,3 meter sempat terdeteksi di Labuan Bajo dan pesisir Sikka, namun tidak membahayakan.

