Harga Minyak Membara Lagi, Selat Hormuz Kini Jadi Lautan “Hantu”

6 days ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
iran-crisis-1780707516000_169

Selat Hormuz Berubah Menjadi Jalur Bahaya, Harga Minyak Kembali Melonjak

Dailynesia.com – Ketegangan di Selat Hormuz semakin memanas setelah AS dan Iran saling mengklaim penguasaan atas jalur strategis tersebut. Akibatnya, volume kapal yang melintas di perairan ini anjlok di bawah rata-rata bulanan. Situasi ini terjadi di tengah upaya negosiasi gencatan senjata yang mengalami kemacetan, sekaligus memicu serangan baru terhadap kapal tanker. Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates, menjelaskan bahwa kenaikan harga merupakan respons langsung terhadap kedua faktor tersebut.

Pada perdagangan penutupan pekan, Jumat (14/8/2026), Brent mencatatkan harga US$88,52 per barel. Angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar US$1,45 atau 1,67%. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup pada level US$82,40 per barel, dengan peningkatan US$1,15 atau 1,42%. Dalam kurun waktu satu minggu, Brent menguat mencapai 5,9%, sedangkan WTI melonjak 5,4%. Peningkatan ini mengakhiri tren penurunan yang berlangsung selama dua pekan berturut-turut sebelumnya.

Analisis Pasar dan Dampak Konsumen

Lipow menyoroti potensi “hari perhitungan” jika mobilitas kapal di Selat Hormuz tetap terhambat. Jalur ini menampung sekitar 20% pasokan minyak dunia. Ia memberikan gambaran konkret mengenai disparitas harga: “Harga minyak mentah mungkin US$80 per barel, tetapi harga diesel US$180 per barel dan bensin US$130 per barel. Inilah yang berdampak langsung kepada konsumen,” ujarnya kepada Reuters.

Phil Flynn, analis senior Price Futures Group, menambahkan bahwa serangan terhadap kapal tanker menjadi pendorong utama kenaikan harga. “Itulah berita utama yang mendorong harga naik: kapal tanker diserang,” kata Flynn. Di sisi lain, Norbert Rucker dari Julius Baer mencatat bahwa laporan IEA dan EIA justru menunjukkan persediaan AS lebih kuat dari perkiraan, yang seharusnya menekan harga turun.

Insiden di Selat Hormuz dan Laut Hitam

Sebelum konflik dimulai pada akhir Februari, Selat Hormuz menjadi rute bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global. Pada Kamis, dua kapal milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) diserang saat melintasi perairan tersebut. Kantor berita pemerintah UEA, WAM, melaporkan bahwa pemerintah Uni Emirat Arab mengecam kejadian ini sebagai serangan dari Iran.

Sementara itu, ekspor minyak mentah Rusia dari terminal Sheskharis di pelabuhan Novorossiysk, Laut Hitam, juga terhenti sementara pada Jumat setelah serangan drone. Tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut menyatakan bahwa gangguan ini menambah beban pada salah satu jalur ekspor utama Rusia. Flynn menjelaskan bahwa serangan Ukraina terhadap pelabuhan Novorossiysk turut berkontribusi pada kenaikan harga minyak.

Posisi Iran dan AS dalam Negosiasi

Di tengah keterbatasan pasokan dari Timur Tengah, proyeksi OPEC menunjukkan pertumbuhan permintaan yang lebih lemah. Persediaan minyak mentah AS justru mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari 3,5 tahun. Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, menyampaikan pesan tegas melalui unggahan di X pada Sabtu pagi: “Selat ini hanya akan dibuka dan ditutup atas perintah Iran. Selama Anda tidak menerima kenyataan kekalahan dan terus menikmati khayalan, Iran akan terus menegakkan blokade.”

Ia juga menekankan bahwa penguasaan Selat Hormuz tidak bisa dicapai hanya dengan sebuah cuitan atau kehadiran kapal induk. “Selat Hormuz tidak bisa direbut hanya dengan sebuah cuitan atau kapal induk, dengan mengeluarkan perintah atau menyampaikan pidato kampanye,” ujarnya. Iran meminta AS mengakui kekalahan, sementara Presiden Donald Trump menyebut Iran sebagai negara jahat dan meminta masyarakat Amerika bersiap menghadapi harga bahan bakar yang tetap tinggi.

Frequently Asked Questions

Berapa persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz? Sekitar 20% atau satu dari setiap lima barel minyak yang diekspor dunia melewati Selat Hormuz sebelum konflik dimulai.

Apa yang menyebabkan harga minyak melonjak baru-baru ini? Serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz dan Laut Hitam menjadi pendorong utama kenaikan harga, ditambah dengan ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.

Bagaimana posisi Iran dalam negosiasi saat ini? Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka dan ditutup atas perintahnya, dan meminta AS mengakui “kekalahan” dalam konflik tersebut.

Apa dampak langsung bagi konsumen? Disparitas harga yang signifikan antara minyak mentah, diesel, dan bensin berdampak langsung pada biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Sebelum AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, sekitar 1 dari setiap 5 barel minyak yang diekspor dunia melewati Selat Hormuz. Pada Jumat, Trump meminta masyarakat AS menerima kenaikan harga bensin yang sedikit lebih tinggi. Perundingan perdamaian dan lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz juga masih terhenti.

More from this category