Prabowo Ungkap Pembangunan PLTS 100 GW Bikin Negara Hemat Rp73,9 T

6 days ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
residen-prabowo-subianto-saat-menyampaikan-pidato-dalam-rangka-penyampaiaan-ruu-apbn-2027-dan-nota-keuangan-di-gedung-nusantar-1786698687020_169-6

Prabowo Ungkap Pembangunan PLTS 100 GW: Solusi Hemat Energi untuk Indonesia

Dailynesia.com – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam transisi energi nasional melalui pengumuman strategis mengenai pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Dalam pidato resmi pada Rapat Paripurna DPR RI, Prabowo Ungkap Pembangunan PLTS 100 GW sebagai langkah krusial untuk menghemat anggaran negara secara signifikan. Proyeksi ini menunjukkan bahwa investasi besar-besaran pada energi terbarukan bukan hanya soal keberlanjutan lingkungan, tetapi juga efisiensi fiskal yang nyata bagi keuangan Indonesia.

Menurut analisis mendalam yang dipresentasikan, kapasitas PLTS sebesar 100 Giga Watt akan menghasilkan penghematan tahunan mencapai Rp 73,9 triliun. Angka ini berasal dari penurunan biaya pokok produksi listrik yang selama ini dibebankan pada subsidi pemerintah. Dengan beralih dari sumber energi fosil ke energi surya, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak dan gas alam, sekaligus menstabilkan harga listrik jangka panjang.

Dasar Perhitungan dan Dukungan Teknis

Proyeksi penghematan ini didukung oleh data komprehensif dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Berdasarkan studi yang dilakukan, PLTS memiliki biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Selain itu, Indonesia memiliki potensi energi surya yang melimpah berkat posisi geografis di garis khatulistiwa dengan intensitas sinar matahari optimal sepanjang tahun.

“Menko Perekonomian menghitung, dengan PLTS 100 Giga Watt, negara akan hemat setidaknya Rp 73,9 triliun setiap tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik,” kata Prabowo saat pidato pada Rapat Paripurna DPR RI terkait Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Jumat (14/8/2026).

Target Ambisius dan Penutupan PLTD

Guna merealisasikan potensi tersebut, pemerintah menetapkan target pembangunan 30 GW PLTS dalam satu tahun ini. Target ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060. Sejalan dengan ekspansi PLTS, pemerintah juga akan menghentikan operasional 13 GW kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang selama ini menjadi beban anggaran negara akibat tingginya biaya bahan bakar.

Langkah ini tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga mengoptimalkan alokasi anggaran subsidi energi. Dana yang sebelumnya digunakan untuk subsidi PLTD dapat dialihkan ke pembangunan infrastruktur energi terbarukan dan program sosial lainnya. Hal ini sejalan dengan visi Prabowo untuk menciptakan sistem energi yang mandiri dan berkelanjutan.

Kemandirian Energi di Tingkat Desa

Selain fokus pada skala nasional, program PLTS juga menargetkan pemerataan energi hingga ke wilayah pedesaan. Prabowo menekankan bahwa swasembada energi di tingkat desa merupakan fondasi penting untuk mengurangi kesenjangan pembangunan. Dengan setiap desa memiliki PLTS berkapasitas 1 Mega Watt, masyarakat lokal dapat mengakses listrik yang stabil dan terjangkau.

“Dengan PLTS, kita juga bisa bangun kemandirian energi tingkat desa. Idealnya, setiap desa ada PLTS 1 Mega Watt,” kata Prabowo.

Program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mendukung industri kecil dan menengah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Ketersediaan listrik yang andal akan membuka peluang bagi digitalisasi dan modernisasi sektor pertanian serta UMKM di seluruh Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pembangunan PLTS 100 GW

Berapa total penghematan yang dihasilkan dari PLTS 100 GW? Pemerintah memperkirakan penghematan mencapai Rp 73,9 triliun per tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik.

Kapan pidato Prabowo tentang PLTS disampaikan? Pidato tersebut disampaikan pada Jumat, 14 Agustus 2026, dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait RUU APBN 2027.

Berapa target pembangunan PLTS dalam satu tahun ini? Pemerintah menargetkan pembangunan 30 GW PLTS sekaligus menutup 13 GW PLTD.

Apa manfaat PLTS untuk desa-desa di Indonesia? PLTS desa berkapasitas 1 MW memungkinkan setiap desa memiliki kemandirian energi, mendukung ekonomi lokal, dan meningkatkan akses listrik yang stabil.

Siapa yang melakukan perhitungan penghematan PLTS 100 GW? Perhitungan dilakukan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berdasarkan analisis biaya produksi listrik nasional.

More from this category