Hybrid Dulu Juara Kini Disalip Mobil Listrik Full, Ada Apa Indonesia?

6 days ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
foto-kolase-hybrid-toyota-dan-ev-byd_169

Transformasi Pasar Otomotif Indonesia: Mobil Listrik Menggeser Hybrid

Dailynesia.com – Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam tren elektrifikasi kendaraan bermotor. Hybrid Dulu Juara Kini Disalip mobil listrik full atau Battery Electric Vehicle (BEV) dalam hal penjualan. Data terbaru menunjukkan pergeseran preferensi konsumen yang sangat jelas terhadap teknologi penggerak baru ini.

Berdasarkan catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tahun 2023 masih menjadi era dominasi hybrid. Pada periode tersebut, hybrid mencatatkan penjualan 52.568 unit atau menguasai 75,4% dari total pasar elektrifikasi. Sementara itu, BEV hanya mampu meraih 17.058 unit dengan pangsa pasar 24,4%.

Tahun 2025 membawa perubahan dramatis yang mengubah peta persaingan. Penjualan BEV melonjak tajam menjadi 103.931 unit, meningkat 141% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, hybrid tumbuh lebih moderat dengan 65.943 unit atau kenaikan sekitar 10%. Angka-angka ini membuktikan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap kendaraan listrik murni.

Peran Merek dan Reputasi dalam Perubahan Pasar

Menurut analisis otomotif senior Bebin Djuana, karakter merek memainkan peran krusial dalam pergeseran ini. Konsumen awalnya lebih memilih hybrid karena didukung oleh nama-nama besar dengan reputasi yang sudah terbukti di pasar Indonesia.

“Di awal hybrid laris karena diusung nama-nama besar, reputasi yang tidak terbantahkan, sementara EV merek-merek baru dari China, harga pun tidak terlalu menggairahkan,” kata Bebin kepada CNBC Indonesia, Jumat (14/8/2026).

Sebaliknya, kendaraan listrik dari China masih dianggap baru dan harganya belum terlalu menarik bagi sebagian konsumen. Namun, situasi ini berubah seiring berjalannya waktu dan masuknya lebih banyak pemain ke pasar Indonesia.

Infrastruktur dan Kompetisi Harga Mendorong Adopsi

Pasar otomotif Indonesia kini dipenuhi oleh lebih banyak merek asal China, memberikan variasi pilihan yang lebih luas bagi konsumen. Kompetisi harga juga semakin ketat seiring adanya overstock di negara asal produsen. Pemerintah turut memberikan dukungan melalui berbagai subsidi dan insentif yang tersedia.

“Dengan berjalannya waktu kebetulan terjadi overstock di negara asal sehingga terjadi perang harga, pemerintah kita memberikan subsidi/insentif disertai pertumbuhan SPKLU dan cerita pengalaman pemakai yang sudah lebih dahulu mencoba,” sebut Bebin.

Pertumbuhan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta pengalaman pengguna awal membentuk kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Hal ini menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian konsumen.

Strategi Konsumen dan Kesiapan Dealer

Konsumen saat ini memiliki pertimbangan yang lebih matang sebelum membeli kendaraan listrik. Selain faktor harga, kesiapan ekosistem dan pengalaman pengguna menjadi penentu utama kepercayaan terhadap kendaraan listrik. Hybrid yang hadir sekarang juga menggunakan prinsip kerja berbeda, membuat konsumen mempelajari opsi sebelum memutuskan.

“Sekarang hybrid yang masuk berbeda prinsip kerjanya, konsumen diam-diam mempelajari dahulu, sedangkan dealer EV & jaringannya sudah lebih siap, konsumen lebih cepat membuat keputusan untuk membeli, ditambah lagi kekuatiran kenaikan harga EV akibat melemahnya nilai rupiah,” katanya.

Pergeseran dari dominasi hybrid ke BEV bukan berarti konsumen meninggalkan teknologi hybrid sepenuhnya. Kombinasi harga kompetitif, pilihan produk beragam, jaringan penjualan yang siap, infrastruktur pengisian daya, pengalaman pengguna, serta kebijakan pemerintah membentuk pasar elektrifikasi Indonesia saat ini.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pergeseran Pasar

Berapa persen kenaikan penjualan BEV tahun 2025? Penjualan BEV meningkat 141% dari tahun sebelumnya, mencapai 103.931 unit.

Mengapa hybrid awalnya lebih disukai konsumen? Hybrid didukung oleh nama-nama besar dengan reputasi kuat dan teknologi yang sudah lebih dikenal pasar Indonesia.

Apa faktor utama yang mendorong pergeseran ke BEV? Overstock di negara produsen, perang harga, subsidi pemerintah, dan pertumbuhan SPKLU menjadi faktor pendorong utama.

Apakah hybrid akan hilang dari pasar Indonesia? Tidak sepenuhnya. Hybrid tetap memiliki tempat di pasar dengan prinsip kerja yang berbeda dan terus berkembang mengikuti tren elektrifikasi.

More from this category