Lupakan Boeing-Airbus, ‘Raja Langit’ China Resmi Meluncur ke Dunia

1 week ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
pesawat-c919-commercial-aircraft-corp-of-china-comac-jet-penumpang-besar-pertama-yang-diproduksi-di-dalam-negeri-tiongkok-tamp_169

China Raih Langkah Baru dalam Industri Penerbangan Global

Dailynesia.com – Pesawat C919 buatan Tiongkok berhasil mencatatkan sejarah baru ketika menjalani penerbangan komersial internasional pertama yang terjadwal pada hari Rabu. Momen ini menandai salah satu titik balik signifikan dalam strategi Beijing untuk menggeser dominasi Boeing dan Airbus di pasar pesawat penumpang dunia. Langkah ini menunjukkan bahwa produsen pesawat asal Tiongkok kini siap bersaing di kancah internasional dengan lebih percaya diri.

Berdasarkan pelacakan FlightRadar24, pesawat yang dioperasikan Air China melakukan takeoff dari Bandara Internasional Ibu Kota Beijing menuju Ulaanbaatar, Mongolia, pada pukul 15.00 waktu setempat. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, pesawat tersebut mendarat dengan selamat. Rute ini kini dijadwalkan beroperasi setiap hari dan menjadi langkah pertama C919 keluar dari wilayah Tiongkok. Keberhasilan rute ini membuka peluang bagi COMAC untuk mengembangkan jaringan penerbangan internasional lebih luas lagi.

Ambisi COMAC di Pasar Global

Penerbangan ini sekaligus memperkuat posisi Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) sebagai pesaing serius bagi Boeing dari Amerika Serikat dan Airbus dari Eropa. Namun, Andreas Mischer, analis dari Mercator Institute for China Studies (MERICS), memberikan catatan penting mengenai ketergantungan C919 terhadap komponen asing. Ketergantungan ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam jangka panjang.

Produksi jet penumpang berbadan sempit C919 milik COMAC masih sangat bergantung pada pemasok asing.

Meskipun telah meraih banyak pesanan, terutama dari maskapai dan perusahaan penyewaan pesawat di Tiongkok, kapasitas produksi COMAC masih jauh tertinggal dibandingkan dua raksasa industri tersebut. Mischer mencatat bahwa hingga akhir 2025, COMAC baru berhasil mengirimkan 32 unit C919. Sebagai perbandingan, Airbus saja telah mengirimkan sekitar 100 pesawat lorong tunggal ke Tiongkok hanya dalam satu tahun yang sama. Angka ini menunjukkan betapa besar kesenjangan yang masih harus dijembatani.

COMAC kemudian menambah delapan unit C919 pada paruh pertama 2026. Angka ini masih jauh dari target ambisius perusahaan untuk mencapai 200 pesawat per tahun pada 2029. Untuk mencapai target tersebut, COMAC perlu meningkatkan efisiensi produksi dan memastikan kualitas tetap terjaga.

Komponen dan Tantangan Produksi

C919 merupakan pesawat lorong tunggal yang mampu menampung hingga 174 penumpang. Pesawat ini menyasar segmen pasar yang sama dengan Boeing 737 MAX dan Airbus A320neo. Salah satu komponen kunci yang masih diimpor adalah mesin. Pesawat ini menggunakan mesin CFM International yang merupakan hasil patungan antara GE Aerospace dari Amerika Serikat dan Safran Aircraft Engines dari Prancis. Penggunaan mesin ini memberikan jaminan keandalan bagi calon pembeli.

Mischer menilai bahwa C919 tetap merupakan pencapaian penting karena kemampuannya mengintegrasikan berbagai komponen, sistem, dan perangkat lunak menjadi sebuah pesawat jet penumpang. Keahlian ini hanya dimiliki segelintir produsen di dunia, terutama Boeing dan Airbus. Integrasi yang baik menjadi nilai tambah bagi C919 di mata pelanggan potensial.

Di sisi lain, tantangan COMAC tidak hanya sebatas meningkatkan produksi. Membangun kepercayaan maskapai dan memastikan dukungan operasional setelah pesawat mengudara juga menjadi prioritas. Rob Morris, seorang analis penerbangan, menyatakan bahwa laju pengembangan dan produksi COMAC masih terlalu lambat untuk benar-benar bersaing dengan Boeing dan Airbus, meskipun C919 berpotensi menggerus penjualan kedua produsen tersebut di pasar Tiongkok.

Berapa banyak komponen yang dibutuhkan untuk membuat sebuah pesawat? Jawabannya adalah semuanya.

Richard Aboulafia dari AeroDynamic Advisory menambahkan bahwa rantai pasok juga menjadi persoalan besar bagi COMAC. Dengan ketergantungan pada banyak komponen impor, perusahaan perlu memastikan stabilitas pasokan untuk mendukung pertumbuhan produksinya ke depan. Stabilitas ini akan menentukan apakah C919 bisa menjadi pilihan utama bagi maskapai global.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang C919

Berapa kapasitas penumpang C919? C919 mampu menampung hingga 174 penumpang dalam konfigurasi standar.

Kapan C919 memulai penerbangan internasional pertama? C919 memulai penerbangan komersial internasional pertama pada hari Rabu menuju Ulaanbaatar, Mongolia.

Berapa target produksi COMAC pada 2029? COMAC menargetkan produksi 200 pesawat C919 per tahun pada tahun 2029.

Apa mesin yang digunakan pada C919? C919 menggunakan mesin CFM International, hasil patungan antara GE Aerospace (AS) dan Safran Aircraft Engines (Prancis).

Berapa jumlah C919 yang telah dikirimkan hingga akhir 2025? Hingga akhir 2025, COMAC telah mengirimkan 32 unit C919 ke pelanggan.

More from this category