Zulhas Cerita Pernah Ditawari George Soros Bantuan Buat RI US$50 Juta

1 week ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
menteri-koordinator-bidang-pangan-zulkifli-hasan-memberikan-keterangan-pers-di-istana-kepresidenan-jakarta-pusat-kamis-2372026-1784802658763_169

Zulhas Cerita Pernah Ditawari George Soros: Sejarah Dana US$50 Juta untuk Indonesia

Dailynesia.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Zulhas, kembali mengungkap kisah menarik tentang tawaran pendanaan internasional yang pernah diterima Indonesia. Dalam kesempatan yang dilaporkan oleh media nasional pada Kamis, 13 Agustus 2026, Zulhas berbagi pengalaman historis saat dirinya menjabat sebagai Menteri Kehutanan. Saat itu, tokoh investasi global George Soros datang langsung ke kantornya dan menawarkan bantuan finansial yang cukup besar untuk mendukung program lingkungan di Indonesia.

Konteks Pendanaan Perubahan Iklim Indonesia

Pemerintah Indonesia saat ini sedang memperkuat mekanisme pendanaan perubahan iklim melalui berbagai instrumen internasional. Salah satu pencapaian terbaru adalah penandatanganan perjanjian penyaluran dana proyek Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2. Perjanjian ini mencakup sepuluh provinsi di Indonesia dan merupakan bagian dari komitmen nasional untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Dalam konteks inilah Zulhas mengisahkan pengalaman masa lalunya dengan tawaran dari George Soros.

Kisah ini menjadi relevan karena menunjukkan bahwa Indonesia telah lama menjalin hubungan dengan donor internasional untuk pembiayaan lingkungan. Namun, proses pencairan dan pemanfaatan dana tersebut tidak selalu berjalan mulus karena berbagai persyaratan administratif yang harus dipenuhi.

George Soros Datang Langsung ke Kantor Zulhas

Menurut cerita Zulhas, saat itu George Soros menjabat sebagai Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pembiayaan perubahan iklim. Kedatangannya ke kantor Zulhas bersifat personal dan langsung, tanpa melalui perantara. Soros menawarkan bantuan sebesar US$50 juta untuk mendukung program pengelolaan lingkungan di Indonesia.

“Sebelum Pak Raja Juli, saya juga pernah menjadi Menteri Kehutanan. Pertama kali saya menerima dana kerja sama dengan Norwegia. Uangnya sebenarnya sudah ada, tetapi persyaratannya rumit. Akhirnya ditalangi George Soros. George Soros datang ke kantor saya dan menaruh dana US$50 juta,” kata Zulhas.

Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran tokoh internasional dalam mendukung program lingkungan Indonesia. Meskipun dana tersebut awalnya ditujukan untuk kerja sama dengan Norwegia, akhirnya George Soros menjadi pihak yang menyalurkan dana tersebut setelah persyaratan yang rumit tidak dapat dipenuhi pada saat itu.

Mengapa Dana US$50 Juta Tidak Pernah Digunakan?

Meskipun tawaran dari George Soros diterima dengan baik oleh pemerintah Indonesia, dana tersebut pada akhirnya tidak pernah digunakan hingga masa jabatan Zulhas sebagai Menteri Kehutanan berakhir. Zulhas menjelaskan bahwa kendala utamanya terletak pada berbagai persyaratan administratif yang harus dipenuhi untuk dapat memanfaatkan dana tersebut.

“Tapi sampai saya berakhir sebagai Menteri Kehutanan, saya enggak bisa pakai karena syaratnya rumit. Jadi ini sudah lama sekali kejadiannya,” ujarnya.

Prosedur yang berlaku saat itu dinilai terlalu rumit sehingga dana tidak bisa segera disalurkan untuk mendukung program yang direncanakan. Zulhas menekankan bahwa kisah ini sudah terjadi cukup lama, namun tetap menjadi bagian dari sejarah panjang Indonesia dalam mencari instrumen pendanaan yang efektif untuk penurunan emisi dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Pelajaran dari Pengalaman Zulhas dengan Dana Soros

Pengalaman Zulhas dengan tawaran dana dari George Soros memberikan beberapa pelajaran berharga bagi Indonesia. Pertama, pentingnya memiliki mekanisme yang lebih sederhana untuk pencairan dana internasional. Kedua, perlunya koordinasi yang lebih baik antara kementerian dan lembaga terkait untuk memenuhi persyaratan administratif. Ketiga, pentingnya menjaga hubungan baik dengan donor internasional untuk memastikan dana dapat digunakan secara optimal.

Saat ini, Indonesia terus berupaya memperbaiki sistem pendanaan perubahan iklim melalui berbagai inisiatif. Penandatanganan perjanjian dengan GCF merupakan salah satu langkah konkret untuk memastikan bahwa dana internasional dapat disalurkan dengan lebih efisien dan efektif. Zulhas berharap bahwa pengalaman masa lalunya dapat menjadi referensi bagi generasi berikutnya dalam mengelola pendanaan lingkungan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Tawaran Dana George Soros

Berapa jumlah dana yang ditawarkan George Soros kepada Indonesia? George Soros menawarkan bantuan sebesar US$50 juta untuk mendukung program pengelolaan lingkungan di Indonesia.

Siapa yang menjabat saat tawaran dana tersebut diberikan? Zulkifli Hasan atau Zulhas menjabat sebagai Menteri Kehutanan saat tawaran dana dari George Soros diterima.

Mengapa dana tersebut tidak pernah digunakan? Dana tersebut tidak pernah digunakan karena persyaratan administratif yang berlaku saat itu dinilai terlalu rumit untuk dipenuhi.

Apakah dana tersebut masih tersedia hingga saat ini? Menurut Zulhas, dana tersebut tidak pernah digunakan hingga masa jabatannya sebagai Menteri Kehutanan berakhir, sehingga tidak tersedia lagi untuk program lingkungan saat ini.

Bagaimana hubungan Indonesia dengan George Soros saat ini? Indonesia terus menjalin hubungan baik dengan berbagai tokoh internasional, termasuk George Soros, untuk mendukung program perubahan iklim dan lingkungan.

More from this category