Logam Tanah Jarang RI: Mineral yang Terlupakan

1 week ago  ·  2 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
chief-technology-officer-danantara-sigit-puji-santosa-menyampaikan-pemaparan-dalam-mindialogue-dengan-tema-komoditas-untuk-neg-1786525228346_169-3

LTJ: Potensi Mineral yang Selama Ini Terabaikan di Indonesia

Dailynesia.com – Logam Tanah Jarang atau yang dikenal sebagai LTJ selama ini dianggap sebagai mineral yang terlupakan. Bahkan, baru-baru ini sempat beredar informasi bahwa Indonesia tidak memiliki cadangan LTJ. Namun, berdasarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan, Sigit Puji Santosa, Chief Technology Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, menegaskan bahwa negara kita sebenarnya menyimpan potensi besar mineral ini.

“Kira-kira sekitar tahun 2024, awal kita melihat trend dunia, di mana LTJ menjadi komoditas yang sangat-sangat eksklusif, sangat mahal, dan tidak banyak yang punya,” jelas Sigit dalam acara Mindialogue 2026 yang bertema Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI pada Rabu (12/8/2026).

Strategi Pengelolaan dan Hilirisasi LTJ

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Danantara bekerja sama dengan Kementerian Diktisaintek serta ESDM berencana mendirikan badan Direktorat Jenderal Mineral yang berfokus khusus pada pengelolaan LTJ. Tugas utamanya adalah mengembangkan hilirisasi mineral ini secara menyeluruh.

“Logam tanah jarang kita harus bangun di 3 level. Hilirisasi level 1 adalah di bagian bahan bakunya, apakah itu SHP, sisa hasil produksi, atau main mineral yang ditambang langsung,” papar Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan bahwa LTJ akan diproses menjadi Neodymium-Praseodymium (NDPR) yang dibutuhkan untuk kendaraan listrik. “Jadi kita melihatnya secara holistik dari dulu sampai sekarang, red earth itu untuk yang EV,” tambahnya.

Tantangan Teknologi dan Kemandirian Nasional

Meskipun potensinya besar, tantangan utama saat ini terletak pada proses pemisahan LTJ yang memerlukan teknologi canggih. Sigit optimis bahwa Indonesia akan mencapai kemandirian dalam pengelolaan pemisahan elemen ini.

“Refinery inilah yang kita kejar, alhamdulillah kita mendapatkan mitra-mitra yang luar biasa, dan kita akan segera kembangkan ini bersama teman-teman di BRIN, bersama teman-teman di perguruan tinggi, dan intinya nanti kita akan ada kemandirian untuk pengelolaan pemisahan elemen ini secara nasional, ataupun dengan mitra-mitra dari luar,” ujarnya.

LTJ atau rare earth elements (REE) dinilai sebagai komoditas mineral kritis masa depan Indonesia. Mineral ini memegang peranan vital dalam pengembangan industri teknologi, mulai dari ekosistem kendaraan listrik hingga peralatan medis dan militer.

Pengelolaan LTJ di Indonesia akan dilakukan secara langsung oleh PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Menurut Sigit, saat ini pihaknya sedang membangun Perminas sebagai perusahaan yang akan mengelola LTJ sekaligus mendorong pengembangan industri turunannya, termasuk industri magnet permanen.

Frequently Asked Questions

What is Logam Tanah Jarang RI?

Logam Tanah Jarang RI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Logam Tanah Jarang RI matter?

Logam Tanah Jarang RI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category