MSCI Tendang 10 Saham, IHSG Pagi Ini Turun 0,43%

1 week ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
ilustrasi-orang-berdoa-dengan-latar-belakang-bursa-saham-indonesia-di-bursa-efek-indonesia-jakarta-selasa-1952026-1779186714871_169

IHSG Merosot 0,43% Pasca Pengumuman Revisi Indeks MSCI

Dailynesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pergerakan negatif pada sesi perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Setelah sempat membuka dengan penguatan, pasar saham domestik berbalik arah ke zona merah seiring investor menelaah hasil tinjauan indeks terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk bulan Agustus 2026. MSCI Tendang 10 Saham IHSG dalam revisi kali ini, yang menjadi katalis utama penurunan indeks pagi ini.

Berdasarkan data yang dirilis Bursa Efek Indonesia pada pukul 09.01 WIB, IHSG anjlok 27,70 poin atau setara dengan 0,43% dan menyentuh level 6.346,15. Sebelumnya, indeks sempat dibuka di posisi 6.388,23 yang menunjukkan kenaikan 0,23% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di angka 6.373,85. Aktivitas perdagangan pagi ini mencatat nilai transaksi sebesar Rp 647,8 miliar dengan volume 1,2 miliar saham yang diperdagangkan dalam 95.580 kali transaksi.

Revisi MSCI: Dua Saham Dikeluarkan, Sembilan Lagi Turun Kelas

Pergerakan IHSG hari ini juga dipengaruhi oleh sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat yang menjadi acuan kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Dalam tinjauan Agustus, MSCI memutuskan untuk tidak memasukkan saham Indonesia baru ke dalam MSCI Global Standard Indexes. Keputusan ini menambah sentimen negatif yang sudah terbentuk sejak pagi.

Sebaliknya, terdapat dua saham yang dikeluarkan dari kategori tersebut. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mengalami penurunan kelas menuju MSCI Global Small Cap Indexes. Sementara itu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sepenuhnya dikeluarkan dari MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI). Selain itu, MSCI juga menghapus sembilan saham Indonesia lainnya dari Global Small Cap Indexes. Totalnya, MSCI Tendang 10 Saham IHSG dalam revisi kali ini.

Seluruh perubahan yang diumumkan tersebut akan berlaku resmi setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026 atau mulai efektif pada 1 September 2026. Para investor perlu memperhatikan dampak jangka panjang dari perubahan klasifikasi ini terhadap aliran dana asing.

Sinyal Positif Terbatas dari Data Inflasi AS

Pasar internasional menerima sinyal positif yang terbatas setelah data inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat bulan Juli sesuai dengan ekspektasi analis. CPI mencatat kenaikan 0,1% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan. Untuk inflasi inti, kenaikan tercatat sebesar 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan.

Data tersebut membantu meredakan kekhawatiran mengenai tekanan inflasi yang berkelanjutan, meskipun laju inflasi masih berada di atas target The Fed sebesar 2%. Investor kini menantikan rilis data Producer Price Index (PPI) AS serta klaim awal pengangguran yang dijadwalkan pada Kamis malam.

PPI menjadi indikator krusial untuk menilai apakah tekanan harga di tingkat produsen juga mengalami pelemahan. Di sisi lain, data ketenagakerjaan akan memberikan gambaran mengenai kondisi pasar kerja AS. Data yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan memberikan sentimen positif bagi aset berisiko, termasuk saham-saham Indonesia.

Risiko Geopolitik dan Inflasi Regional

Investor di kawasan Asia juga memantau perkembangan PPI Jepang yang diperkirakan kembali meningkat pada Juli. Kenaikan inflasi produsen yang melampaui perkiraan dapat memperkuat ekspektasi normalisasi kebijakan moneter Bank of Japan dan meningkatkan volatilitas pasar Asia.

Sementara itu, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi risiko utama bagi pasar global. Kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz menyebabkan harga minyak tetap berada di level tinggi dan volatil. Saat ini, Brent Crude tercatat di sekitar US$88 per barel, sedangkan WTI berada di kisaran US$83 per barel.

“Perubahan klasifikasi saham oleh MSCI dapat mempengaruhi alokasi portofolio investor asing dalam jangka menengah,” ujar analis pasar modal.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Revisi MSCI

Apa dampak MSCI Tendang 10 Saham IHSG terhadap investor? Dampaknya bervariasi tergantung pada apakah investor memiliki saham yang dikeluarkan atau diturunkan kelasnya. Saham yang dikeluarkan dari IMI cenderung mengalami tekanan jual dari investor institusional asing.

Kapan perubahan ini mulai berlaku? Perubahan akan berlaku resmi setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026 atau mulai efektif pada 1 September 2026.

Apakah ada saham baru yang masuk ke indeks MSCI? Tidak ada saham Indonesia baru yang dimasukkan ke dalam MSCI Global Standard Indexes dalam tinjauan kali ini.

Bagaimana outlook IHSG ke depan? IHSG diproyeksikan tetap volatil hingga data ekonomi AS dirilis. Investor disarankan untuk berhati-hati terhadap saham-saham yang terdampak revisi MSCI.

More from this category