Tetangga RI Tetapkan Upah Kurir di Atas “UMR”, Berlaku 17 Agustus 2026

1 week ago  ·  4 min read
By James Lopez - dailynesia.com
ilustrasi-kurir_169

Australia Perkenalkan Standar Baru untuk Pekerja Gig

Dailynesia.com – Tetangga RI Tetapkan Upah Kurir — Jakarta — Negeri Kanguru telah resmi mengesahkan kerangka kerja baru yang melindungi para pekerja ekonomi gig, khususnya mereka yang bergerak di bidang pengantaran makanan dan barang kebutuhan pokok. Langkah ini diambil oleh lembaga hubungan industrial setempat, Fair Work Commission (FWC), yang menerbitkan perintah resmi pada malam hari, Selasa (11/8/2026) waktu lokal. Keputusan ini menjadi tonggak penting bagi kesejahteraan pekerja gig di Australia.

Kebijakan ini akan mulai berlaku efektif pada tanggal 17 Agustus mendatang. Diperkirakan, sekitar 250.000 tenaga kerja akan merasakan manfaat langsung dari ketentuan tersebut. Salah satu poin utama adalah kewajiban bagi perusahaan untuk membayar upah per jam yang melampaui batas minimum nasional, sekaligus menjamin perlindungan asuransi kecelakaan kerja bagi para kurir. Tetangga RI Tetapkan Upah Kurir menjadi sorotan internasional karena menunjukkan komitmen kuat terhadap perlindungan pekerja.

Detail Besaran Upah dan Waktu Kerja

Berdasarkan aturan yang baru saja disahkan, pekerja gig berhak mendapatkan tarif minimum sebesar 31,3 dolar Australia atau setara dengan Rp395.000 setiap jam. Angka ini lebih tinggi dibandingkan upah minimum nasional Australia yang saat ini tercatat di level 26,44 dolar Australia atau sekitar Rp333.000 per jam. Periode kerja yang dihitung untuk penentuan tarif tersebut dimulai sejak pekerja menerima pesanan hingga proses pengiriman selesai dilakukan.

Artinya, seluruh durasi yang dihabiskan kurir untuk menjalankan tugas pengiriman akan mendapatkan jaminan tarif minimum sesuai ketentuan baru ini. Meskipun demikian, tanggung jawab atas asuransi pihak ketiga untuk kendaraan operasional tetap menjadi kewajiban para pekerja. Di sisi lain, perusahaan diwajibkan menyediakan tingkat perlindungan yang dianggap memadai melalui asuransi kecelakaan pribadi bagi para pekerjanya.

FWC menegaskan bahwa perusahaan harus memberikan “tingkat perlindungan minimum yang wajar” untuk asuransi kecelakaan pribadi, meskipun perintah tersebut tidak merinci besaran minimum perlindungan yang harus diberikan. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing.

Konteks Global dan Dukungan Industri

Langkah Australia ini sejalan dengan perkembangan standar ketenagakerjaan global. Pada bulan Juni lalu, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) mengadopsi standar ketenagakerjaan pertama yang bersifat mengikat bagi pekerja gig. Standar tersebut berpotensi memberikan hak kepada pekerja terkait upah, keselamatan kerja, dan manfaat sosial lainnya. Namun, standar ILO tersebut masih memerlukan ratifikasi dari masing-masing pemerintah sebelum dapat diberlakukan secara penuh.

Serikat Transport Workers Union (TWU) menyambut baik keputusan FWC dan menyebutnya sebagai tonggak penting bagi ekonomi gig Australia. Sekretaris Nasional TWU Michael Kaine mengatakan aturan baru tersebut menjadi langkah besar setelah pekerja gig selama bertahun-tahun berada di luar sistem perlindungan ketenagakerjaan formal. Dukungan ini menunjukkan konsensus yang kuat di kalangan serikat pekerja.

“Pekerja gig di Australia terlalu lama berada di luar sistem ketenagakerjaan kami. Mulai Senin, mereka akan berhak atas seperangkat standar yang benar-benar terdepan di dunia dan akan terus kami kembangkan dari waktu ke waktu,” katanya.

Uber Eats dan DoorDash juga menyatakan dukungannya terhadap aturan baru tersebut. Kedua perusahaan menilai kebijakan itu menunjukkan bahwa perlindungan pekerja yang lebih kuat tetap dapat berjalan berdampingan dengan fleksibilitas kerja yang selama ini menjadi daya tarik utama ekonomi gig. DoorDash, yang belakangan juga memperluas bisnisnya melampaui layanan pengantaran restoran, menyampaikan pandangan serupa bersama Uber Eats dalam pernyataan yang dirilis bersamaan dengan TWU.

Latar Belakang Regulasi di Australia

Sejak lama, serikat pekerja dan para kurir telah mendorong reformasi aturan ketenagakerjaan bagi pekerja gig. Sebagian besar pekerja gig selama ini diklasifikasikan sebagai kontraktor independen, bukan karyawan tetap. Status tersebut membuat mereka tidak memperoleh banyak perlindungan ketenagakerjaan yang biasanya diberikan kepada pekerja formal. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan stabilitas kerja bagi jutaan pekerja gig di Australia.

Pemerintah Partai Buruh yang berhaluan kiri-tengah kemudian mengesahkan undang-undang pada 2023 dan 2024 yang memberikan hak lebih besar kepada pekerja gig untuk merundingkan upah minimum dan kondisi kerja. Peraturan tersebut juga memberikan kewenangan kepada Fair Work Commission untuk menetapkan standar terkait upah dan perlindungan asuransi bagi pekerja gig.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Aturan Baru Pekerja Gig

Apa yang berubah bagi pekerja gig di Australia? Pekerja gig kini berhak mendapatkan upah minimum per jam yang lebih tinggi serta perlindungan asuransi kecelakaan kerja dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Kapan aturan ini mulai berlaku? Aturan baru ini mulai berlaku efektif pada tanggal 17 Agustus 2026, sesuai dengan perintah resmi yang diterbitkan oleh Fair Work Commission.

Apakah semua perusahaan gig terdampak? Ya, aturan ini mencakup perusahaan pengantaran makanan dan barang seperti Uber Eats dan DoorDash yang beroperasi di Australia.

Berapa jumlah pekerja gig yang terdampak? Sekitar 250.000 tenaga kerja gig di Australia akan merasakan manfaat langsung dari ketentuan baru ini.

More from this category