Sinyal Baru Asing, Borong Saham Bank BUMN

2 hours ago  ·  2 min read
By David Williams - dailynesia.com
ilustrasi-bursa-cnbc-indonesiaandrean-kristianto-4_169

Rotasi Portofolio Asing ke Saham Bank BUMN Terlihat Jelas

Dailynesia.com – Perdagangan Kamis (6/8/2026) ditutup dengan penurunan tipis pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia, penutupan IHSG tercatat di angka 6.343,71 atau mengalami pelemahan sebesar 0,12% dibandingkan sesi sebelumnya. Selama sesi perdagangan, indeks bergerak dalam rentang antara 6.324 sebagai level terendah hingga menyentuh puncak 6.388.

Nilai transaksi sepanjang hari mencapai Rp18,18 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 54,91 miliar saham. Jumlah transaksi tercatat sebanyak 2,67 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 265 emiten mencatatkan kenaikan, sementara 337 saham lainnya mengalami penurunan. Sisanya, sebanyak 192 saham bergerak datar tanpa perubahan signifikan.

Aksi Jual Bersih Asing Melampaui Rp273 Miliar

Investor asing secara keseluruhan mencatatkan aksi jual bersih sepanjang perdagangan Rabu tersebut. Total nilai net sell mencapai Rp273,5 miliar di seluruh pasar. Meskipun terjadi tekanan jual, terdapat pola menarik berupa rotasi portofolio dari saham-saham defensif menuju saham perbankan BUMN serta sektor energi.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi korban terbesar tekanan jual asing dengan nilai bersih mencapai Rp215 miliar. Namun, dana asing tidak sepenuhnya meninggalkan sektor perbankan. Sebaliknya, mereka justru melakukan akumulasi pada sejumlah saham bank pelat merah.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi salah satu tujuan utama akumulasi asing dengan net buy sebesar Rp82,7 miliar. Di posisi berikutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan net buy Rp44,7 miliar. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga menjadi favorit dengan nilai net buy Rp43,5 miliar.

Pola ini mengindikasikan adanya pergeseran dana di dalam sektor perbankan. Investor asing tampak mengurangi eksposur pada BBCA yang selama ini dikenal sebagai saham defensif, sembari meningkatkan kepemilikan di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Frequently Asked Questions

What is Sinyal Baru Asing Borong Saham Bank?

Sinyal Baru Asing Borong Saham Bank is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sinyal Baru Asing Borong Saham Bank matter?

Sinyal Baru Asing Borong Saham Bank matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

MORE FROM THIS CATEGORY