Raja Ojol Tutup di RI, Sekarang Menggila Ancam Driver Online

4 hours ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
9d2fddd0-0e40-4370-a7f5-57170fa82b49_169

Raja Ojol Tutup di RI Sekarang: Uber Siap Guncang Driver Online dengan Robotaxi

Dailynesia.com – Jakarta — Raja Ojol Tutup di RI Sekarang menjadi sorotan hangat di industri transportasi digital. Raksasa ride hailing Uber kembali menunjukkan ambisi besar dengan meningkatkan strategi bisnis taksi robot tanpa sopir atau robotaxi yang diyakini akan mengancam profesi driver online di Indonesia. Perusahaan ini menyiapkan dana lebih dari US$10 miliar atau setara Rp 180 triliun untuk memperluas jaringan layanan revolusioner tersebut secara global.

CEO Uber, Dara Khosrowshahi, menyatakan bahwa pihaknya ingin menjadi pemenang jangka panjang dalam perlombaan kendaraan otonom. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk membangun platform komersialisasi terbesar untuk mobilitas otonom yang ada di dunia saat ini. Investasi besar-besaran selama beberapa tahun ke depan dilakukan karena posisi keuangan perusahaan yang dinilai sangat kuat, sebagaimana dikutip dari Traders Union pada Kamis (6/8/2026).

Ekspansi Global dan Dampak bagi Driver Online

Rencana ambisius Uber ini mencakup pembukaan layanan taksi robot di 15 kota besar tahun ini. Ambisi tersebut tetap dijalankan di tengah kekhawatiran bisnis baru tersebut akan mengganggu layanan transportasi daring yang menjadi inti bisnis Uber sendiri. Sebelumnya, perusahaan bersama mitranya Wayve telah mengantongi izin peluncuran layanan robotaxi komersial dengan tetap ada orang mengawasi di belakang kemudi di London.

“Persetujuan dari Transport for London menjadi langkah besar bagi Inggris,” ujar CEO Wayve, Alex Kendall. Langkah ini juga memungkinkan Uber untuk mulai menawarkan layanan transportasi di London dalam beberapa minggu ke depan.

Dalam laporan keuangannya yang terbaru, Uber mencatatkan arus kas bebas sebesar US$2,8 miliar atau Rp 50,1 triliun pada kuartal kedua. Total arus kas bebas selama setahun mencapai US$10,1 miliar. Sementara itu, pemesanan kotor meningkat 24% selama setahun menjadi US$58 miliar atau Rp 1.039 triliun.

Pendapatan perusahaan sebesar US$14,2 miliar atau Rp 254,3 triliun dengan peningkatan 12%. Pendapatan operasional juga mencatatkan angka US$1,9 miliar atau Rp 34 triliun selama kuartal kedua. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Uber memiliki fondasi keuangan yang kuat untuk mendukung ekspansi robotaxi-nya.

Jejak Uber di Indonesia dan Masa Depan Transportasi

Uber diketahui pernah beroperasi di Indonesia, dengan menghadirkan layanan ojek online (ojol) dan taksi online. Namun, raksasa asal AS ini angkat kaki dari pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sejak 2018. Uber menyerahkan seluruh operasionalnya di Asia Tenggara ke Grab. Perusahaan lebih memilih memprioritaskan bisnis di beberapa pasar inti seperti AS, Eropa, dan Timur Tengah.

Kini, dengan Raja Ojol Tutup di RI Sekarang menjadi tren, kehadiran kembali Uber melalui robotaxi bisa mengubah lanskap transportasi digital. Driver online di Indonesia perlu bersiap menghadapi persaingan baru yang melibatkan teknologi otonom. Meskipun Uber tidak lagi beroperasi langsung di Indonesia, ekspansi globalnya tetap berdampak pada ekosistem transportasi yang pernah dijajah oleh raksasa ini.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Uber dan Driver Online

Kapan Uber menutup operasinya di Indonesia? Uber menutup operasinya di Indonesia pada tahun 2018 dengan menyerahkan seluruh bisnisnya ke Grab.

Berapa banyak investasi yang disiapkan Uber untuk robotaxi? Uber menyiapkan lebih dari US$10 miliar atau setara Rp 180 triliun untuk memperluas jaringan layanan robotaxi global.

Di berapa kota Uber akan membuka layanan robotaxi tahun ini? Uber berencana membuka layanan taksi robot di 15 kota besar tahun ini.

Apakah robotaxi akan menggantikan driver online sepenuhnya? Saat ini, robotaxi masih beroperasi dengan pengawasan manusia. Namun, dalam jangka panjang, teknologi otonom diyakini akan mengubah peran driver online secara signifikan.

Bagaimana posisi keuangan Uber saat ini? Uber mencatatkan pendapatan operasional US$1,9 miliar pada kuartal kedua dengan arus kas bebas tahunan mencapai US$10,1 miliar.

MORE FROM THIS CATEGORY