Gunung Bromo Kebakaran-Ditutup, Jatim Siaga Darurat Karhutla 180 Hari

6 hours ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
tim-gabungan-melakukan-pemadaman-darat-menggunakan-gepyok-dan-sprayer-di-kecamatan-sukapura-kabupaten-probolinggo-jawa-timur-r-1785987909191_169

Provinsi Jawa Timur Tetapkan Siaga Darurat Karhutla Selama 180 Hari Pasca Kebakaran Gunung Bromo

Dailynesia.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026. Keputusan ini berlaku selama 180 hari, terhitung mulai 26 Mei hingga 6 Oktober 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi kebakaran yang meluas di kawasan Gunung Bromo, yang berdampak langsung pada aktivitas wisata dan kehidupan masyarakat sekitar.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah melanda kawasan Gunung Bromo sejak Senin pukul 17.00 WIB. Hingga Rabu (5/8/2026) pukul 16.45 WIB, total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 60 hektare. Wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang menjadi dua daerah terdampak utama dalam kejadian ini.

Sebaran Lahan Terbakar dan Tim Penanggulangan

Di Kabupaten Probolinggo, sekitar 10 hektare lahan terbakar di kawasan Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Sementara itu, kebakaran yang lebih luas terjadi di kawasan Jantur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang, dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 50 hektare.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, Balai Besar TNBTS, Polisi Kehutanan, dan relawan dikerahkan untuk memadamkan api. Koordinasi antar lembaga ini menjadi kunci keberhasilan upaya penanggulangan bencana.

Upaya Pemadaman dan Kendala Medan

Upaya pemadaman dilakukan menggunakan mobil pemadam kebakaran, alat pemukul api (gepyok), sprayer, serta satu unit mobil tangki air yang disiapkan BPBD Provinsi Jawa Timur. Selain pemadaman dari darat, petugas memanfaatkan pesawat nirawak (drone) untuk memantau dan memetakan sebaran titik api.

Pemetaan udara tersebut dilakukan guna memudahkan tim menentukan lokasi kebakaran dan mempercepat penanganan di medan yang sulit dijangkau. Berdasarkan perkembangan hingga Rabu, api di Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, wilayah Desa Sariwani, berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB.

Meski demikian, masih terdapat satu titik api yang belum dapat dipadamkan karena berada di lereng curam, sementara sisa titik api lainnya masih terpantau di sekitar perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Proses pemadaman terkendala kondisi medan Kaldera Bromo yang terjal serta tiupan angin kencang yang mempercepat penyebaran api.

Dukungan Udara dan Penutupan Kawasan Wisata

Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menginstruksikan dukungan operasi pemadaman dari udara. BNPB akan mengerahkan dua helikopter water bombing mulai Kamis (6/8) untuk menjangkau titik api yang tidak dapat diakses oleh tim darat. Selain itu, BNPB juga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan dilaksanakan sesuai kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan.

Sebagai langkah pengamanan, Balai Besar TNBTS menutup sementara sebagian kawasan wisata Gunung Bromo sejak Senin (3/8) pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan mencakup akses masuk dari Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, termasuk melalui Pos Jemplang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.

BNPB akan mengerahkan dua helikopter water bombing mulai Kamis (6/8) untuk menjangkau titik api yang tidak dapat diakses oleh tim darat.

FAQ: Informasi Penting untuk Wisatawan

Kapan status siaga darurat karhutla di Jawa Timur berakhir? Status siaga darurat berlaku selama 180 hari, terhitung mulai 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.

Apakah semua kawasan Gunung Bromo ditutup? Tidak semua kawasan ditutup. Penutupan mencakup akses masuk dari Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, termasuk melalui Pos Jemplang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.

Berapa luas total lahan yang terbakar? Hingga Rabu (5/8/2026) pukul 16.45 WIB, total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 60 hektare.

Apakah ada rencana operasi modifikasi cuaca? Ya, BNPB menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan dilaksanakan sesuai kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani karhutla di Gunung Bromo secara komprehensif, baik melalui upaya darat maupun udara, serta memastikan keselamatan wisatawan dan masyarakat sekitar.

MORE FROM THIS CATEGORY