Harga Bioetanol RI Resmi Naik Rp 11.695/Liter, Berlaku Agustus 2026

6 hours ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
infografis-kenalan-sama-bioetanol-jagoan-bbm-ramah-lingkungan-pertamina_169

Harga Bioetanol RI Resmi Naik: Penetapan Baru Berlaku Agustus 2026

Dailynesia.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengesahkan Harga Bioetanol RI Resmi Naik menjadi Rp 11.695 per liter. Penetapan ini berlaku efektif mulai 1 Agustus 2026 dan merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk mendukung pengembangan bahan bakar nabati di Indonesia. Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 10.933 per liter.

Penetapan harga ini mengacu pada rumus tertentu, yaitu Harga Indeks Pasar (HIP) yang dihitung berdasarkan rata-rata tetes tebu KPB periode tiga bulan dikalikan 4,125 kg per liter, kemudian ditambah 0,25 dolar AS per liter. Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata harga tetes tebu KPB selama rentang 15 Januari hingga 14 Mei 2026 berada di level Rp 1.748 per kilogram. Sementara itu, nilai kurs yang digunakan merujuk pada rata-rata kurs tengah Bank Indonesia antara 15 Juni dan 14 Juli 2026 sebesar Rp 17.931.

Pernyataan resmi mengenai penetapan tersebut disampaikan melalui akun Instagram @djebtke pada Kamis (6/8/2026). “Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) untuk Biodiesel dan Bioetanol bulan Agustus 2026 telah resmi ditetapkan,” demikian kutipan dari unggahan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi produsen dan konsumen bioetanol di Indonesia.

Visi Prabowo untuk Pengembangan Bioetanol Nasional

Presiden RI Prabowo Subianto saat ini mendorong percepatan pengembangan bahan bakar nabati berbasis bioetanol di Indonesia. Target yang dicanangkan adalah agar Indonesia mampu meniru kesuksesan India dan Brasil dalam pemanfaatan etanol sebagai campuran bensin. Pernyataan ini disampaikan saat memimpin acara Panen Raya Serentak di Malang, Jawa Timur.

“Saya melihat pameran tadi sudah mampu menuju E10, etanol 10, jadi bensin nanti dicampur 10% etanol tapi tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20. Butuh pabrik, tadi pabriknya yang kita miliki baru 1 pabrik tadi saya putuskan kita bangun minimal 30 pabrik kalau perlu sampai 50 pabrik,”

Menurut Presiden, Indonesia saat ini sudah memiliki kapasitas untuk menerapkan E10, yaitu bensin dengan komposisi 10% etanol. Potensi pengembangan lebih lanjut menuju E20 juga dinilai sangat mungkin dilakukan. Prabowo kemudian membandingkan kemajuan Indonesia dengan negara lain dalam hal ini.

“India sudah E20, India sudah E20, Brasil sudah E100. Masa Indonesia gak bisa, Indonesia bisa kan? bisa? bisa,”

Status Bioetanol di Indonesia Saat Ini

Sebelum mencapai target E10, Indonesia sebenarnya sudah menerapkan bahan bakar E5 secara komersial. Produk Pertamax Green 95 dengan setara RON 95 menjadi salah satu wujud penerapan campuran bensin dengan 5% bioetanol di SPBU Pertamina. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur dan pasar untuk bioetanol sudah mulai terbentuk di tanah air.

Dari sisi harga, Pertamax Green 95 saat ini dipatok sebesar Rp 16.600 per liter mulai 1 Agustus 2026. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan harga pada Juli 2026 yang mencapai Rp 17.000 per liter. Kenaikan harga bioetanol sebagai bahan baku diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ekosistem bahan bakar nabati nasional ke depannya.

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol bagi Konsumen

Kenaikan harga bioetanol ini tentu memiliki implikasi terhadap berbagai sektor, mulai dari produsen bahan bakar hingga konsumen akhir. Bagi produsen, biaya produksi akan mengalami penyesuaian, namun hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri bioetanol domestik. Sementara itu, konsumen diharapkan tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan karena pemerintah telah melakukan penyesuaian harga bahan bakar lainnya secara bersamaan.

Pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan harga bioetanol untuk memastikan keseimbangan antara kepentingan produsen, konsumen, dan stabilitas ekonomi nasional. Dengan adanya penetapan harga yang jelas, diharapkan dapat mendorong investasi baru di sektor bioetanol dan mendukung target pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Harga Bioetanol

Berapa lama penetapan harga bioetanol berlaku? Penetapan harga bioetanol berlaku selama satu bulan, yaitu mulai tanggal 1 hingga akhir bulan yang bersangkutan.

Apakah harga bioetanol akan terus naik? Harga bioetanol dapat berubah setiap bulan tergantung pada fluktuasi harga tetes tebu dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Bagaimana dampak kenaikan harga bioetanol terhadap harga BBM? Kenaikan harga bioetanol dapat berdampak pada harga bahan bakar nabati lainnya, namun pemerintah akan melakukan penyesuaian agar tidak memberatkan konsumen.

Apakah Indonesia sudah siap untuk menerapkan E10? Ya, Indonesia sudah memiliki kapasitas untuk menerapkan E10 dan sedang dalam proses pengembangan menuju E20.

MORE FROM THIS CATEGORY