AS Bikin Iran Makin Kuat di Timur Tengah, Ini Buktinya

16 hours ago  ·  4 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
seorang-anak-laki-laki-melambaikan-bendera-iran-saat-bergabung-dengan-pendukung-houthi-dalam-demonstrasi-menentang-serangan-ud-1784013430832_169

Iran Memperkuat Posisi Regional Melalui Kendali Selat Hormuz

Dailynesia.com – Jakarta — Selama enam bulan terakhir, Iran dinilai memanfaatkan momentum konflik untuk memajukan agenda strategisnya di kawasan Timur Tengah. Teheran secara aktif menolak tekanan Washington agar menyerah pada tuntutan Amerika Serikat. Langkah manuver kekuasaan ini diyakini akan mengubah tatanan regional yang sudah rapuh akibat hampir tiga tahun krisis sejak pecahnya perang di Gaza.

Sebenarnya, fokus utama Teheran bukan pada program nuklir, meskipun AS dan Israel terus menyoroti isu tersebut. Republik Islam konsisten membantah klaim bahwa mereka mengembangkan senjata pemusnah massal. Justru, sepanjang perang berlangsung, Iran mengandalkan instrumen yang lebih efektif, yaitu pengaruhnya atas Selat Hormuz.

Perjanjian dengan Oman dan Nilai Tawar Strategis

Status kendali atas jalur air vital ini diperkirakan akan segera resmi diresmikan melalui laporan kesepakatan yang sedang dirundingkan antara Iran dan Oman. Oman diketahui berupaya membentuk sistem biaya layanan yang akan dipungut oleh kedua negara yang berada di sepanjang koridor perdagangan minyak dan gas tersebut. Langkah ini menjadi kunci menuju penyelesaian damai.

“Tujuan terpenting Iran adalah mengubah pencapaian militernya dan tekanan perang menjadi keuntungan permanen yang diakui secara strategis-yakni, kendali atas Selat Hormuz,” ujar Direktur Studi Teluk Persia di Center for Scientific Research and Middle East Strategic Studies di Teheran, Javad Heirannia, dilansir Newsweek, Rabu (5/8/2026).

Heirannia menegaskan bahwa Teheran berusaha memaksakan pengaruhnya atas jalur air tersebut kepada dunia, khususnya kepada AS, sebagai realitas yang tak terbantahkan dan tidak dapat diubah. Kendali atas Selat Hormuz ini dapat berfungsi sebagai nilai tawar terkait masalah nuklir. Hal ini memberi Iran polis asuransi terhadap intervensi AS di masa depan jika mereka setuju untuk mengencerkan uranium yang sangat diperkaya, meskipun Washington pada akhirnya gagal memenuhi kesepakatannya sendiri.

“Dari perspektif Teheran, pengakuan status Iran sebagai pemain regional yang kuat adalah hal yang paling penting, karena pengakuan ini membuka jalan bagi realisasi tujuan utamanya-yakni, mengonsolidasikan kendali atas Selat Hormuz dan mendapatkan jaminan keamanan,” ungkap Heirannia.

Transformasi Geopolitik Pasca Serangan Hamas

Pasca serangan kelompok milisi Palestina Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023, koalisi Poros Perlawanan Iran bergerak cepat. Hizbullah Lebanon, Houthi Yaman, dan kelompok milisi Irak segera bergabung dalam konflik. Meskipun Poros Perlawanan sempat melemah akibat serangan mematikan, Iran justru memperkuat investasi dan melakukan perubahan taktis untuk menghidupkan kembali jaringan ini.

Anggota kelompok tersebut kini membuka front baru, seperti aksi terbaru Houthi terhadap Arab Saudi, untuk meningkatkan tekanan pada musuh. Perang aktif ini juga mempercepat perubahan geopolitik Timur Tengah. Arab Saudi, yang kini terancam dari berbagai front, kian condong ke kuartet informal kekuatan Muslim seperti Mesir, Turki, dan Pakistan dengan menandatangani pakta pertahanan resmi pada September lalu.

Sementara itu, Uni Emirat Arab mengejar kerja sama yang lebih erat dengan Israel sejalan dengan Perjanjian Abraham, serta menjalin penyelarasan dengan India, Yunani, dan Siprus. Perbedaan arah antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ini pada akhirnya telah memicu gesekan di antara dua negara tetangga Dewan Kerja Sama Teluk tersebut yang kini berselisih terkait konflik di Libya, Sudan, dan Yaman.

Dampak terhadap Kehadiran AS dan Kesempatan China

Konflik yang meluas ini telah membawa dampak negatif yang signifikan terhadap kehadiran AS di Timur Tengah. Penipisan pasokan amunisi penting, termasuk pencegat untuk bertahan dari serangan rudal dan drone Iran, membuat para mitra Washington mulai mempertanyakan sejauh mana cakupan payung keamanan dan kemanjuran ikatan pertahanan mereka.

Penumpukan pasukan AS di Timur Tengah dan Amerika Selatan juga dinilai menunjukkan bahwa pemerintah AS telah teralihkan perhatiannya dan mengabaikan apa yang sebenarnya penting bagi keselamatan dan keamanan Amerika Serikat. Situasi ini pada akhirnya memberikan ruang bagi China untuk memperluas dominasinya di Timur Tengah dengan mempromosikan diri sebagai mercusuar stabilitas.

CEO Gulf State Analytics, Giorgio Cafiero, menyebut bahwa para mitra Teluk Washington kini bertekad untuk mendiversifikasi hubungan mereka dengan memperdalam kerja sama dengan China dan kekuatan lainnya untuk mengurangi ketergantungan pada AS.

Pertumbuhan pengaruh Beijing ini semakin memperkuat posisi Iran sebagai pemain kunci dalam tatanan regional baru yang sedang terbentuk.

Frequently Asked Questions

What is AS Bikin Iran Makin Kuat di Timur?

AS Bikin Iran Makin Kuat di Timur is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does AS Bikin Iran Makin Kuat di Timur matter?

AS Bikin Iran Makin Kuat di Timur matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

MORE FROM THIS CATEGORY