Bos OJK Ungkap Kredit Mobil Listrik Melonjak Double Digit

3 months ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
kepala-eksekutif-pengawas-lembaga-pembiayaan-perusahaan-modal-ventura-lembaga-keuangan-mikro-dan-lembaga-jasa-keuangan-lainnya-6_169

Kredit Mobil Listrik Melonjak Double Digit dalam Tiga Bulan Pertama 2026

Dailynesia.com – Dalam rangka mendorong pertumbuhan sektor otomotif ramah lingkungan, Latest Program yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menunjukkan dampak signifikan pada tingkat pemberian pembiayaan mobil listrik. Data yang dirilis OJK menunjukkan bahwa volume kredit mobil listrik naik hingga 31,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai total Rp18,77 triliun per Maret 2026. Pertumbuhan ini berbanding terbalik dengan tren penurunan pembiayaan kendaraan konvensional, yang turun 3,17% secara tahunan, dan penurunan pembiayaan mobil bekas sebesar 7,67% yoy menjadi Rp86,73 triliun. Meski demikian, sektor pembiayaan kendaraan baru masih menjadi penopang utama, dengan pangsa 26,95% dari total outstanding industri multifinance.

Peran Latest Program dalam Meningkatkan Minat Masyarakat

“Faktor utama yang mendorong minat masyarakat terhadap mobil listrik adalah penurunan biaya operasional serta beragamnya pilihan kendaraan berbasis energi ramah lingkungan di pasar,” kata Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas OJK, dikutip pada Jumat, (8/5/2026). Ia menjelaskan bahwa Latest Program yang diterapkan OJK bertujuan untuk mendorong transisi ke kendaraan listrik melalui insentif dan fasilitas pembiayaan yang lebih mudah diakses. Program ini juga mencakup pengembangan sistem pembiayaan yang fleksibel, serta pengurangan risiko kredit untuk mendorong partisipasi masyarakat lebih luas.

Salah satu aspek penting dari Latest Program adalah pengenalan berbagai skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Mulai dari bunga tetap, hingga skema cicilan dengan jangka waktu yang lebih panjang, OJK memberikan dukungan yang berkelanjutan untuk meningkatkan aksesibilitas. Selain itu, program ini juga mencakup kebijakan insentif berupa diskon bunga atau subsidi biaya administrasi, yang bertujuan untuk mengurangi beban awal pembelian mobil listrik. Hal ini sangat penting mengingat harga mobil listrik cenderung lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa peningkatan volume kredit mobil listrik tidak hanya berdampak pada industri pembiayaan, tetapi juga membawa perubahan signifikan bagi sektor otomotif nasional. Dengan semakin banyaknya konsumen yang tertarik pada mobil listrik, produsen dan distributor mulai mengalokasikan sumber daya untuk memperluas variasi tipe kendaraan yang ditawarkan. Tren ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi kendaraan berbasis listrik di Indonesia, yang sebelumnya terkendala oleh biaya pembelian awal yang tinggi.

Proyeksi Pertumbuhan dan Tantangan di Masa Depan

OJK memproyeksikan bahwa sektor pembiayaan otomotif akan tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri multifinance. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan masyarakat akan pembiayaan kendaraan, serta peran strategis sektor ini dalam mendukung dinamika perekonomian. Latest Program diharapkan menjadi pemicu utama untuk meningkatkan penetrasi pasar mobil listrik, terutama di tengah upaya pemerintah mempercepat transisi energi ke hijauan.

Kinerja industri multifinance tercatat masih mengalami tekanan. Pertumbuhan Outstanding pembiayaan tercatat rendah, hanya 0,61% yoy per Maret 2026. Namun, pertumbuhan kredit mobil listrik yang signifikan memberikan harapan baru. Dengan Latest Program sebagai salah satu inisiatif, OJK berupaya memastikan bahwa industri pembiayaan tetap stabil, sekaligus mendorong peningkatan efisiensi sistem keuangan.

Seiring dengan peningkatan volume kredit, OJK juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap risiko kredit. NPF gross meningkat 12 basis poin menjadi 2,83%, menunjukkan adanya peningkatan kemungkinan kredit macet. Namun, dengan kebijakan Latest Program yang lebih ketat, OJK yakin risiko ini dapat dikelola secara efektif. Selain itu, OJK juga sedang mendorong keterlibatan lembaga keuangan swasta untuk mendukung program ini dengan berbagai inovasi produk pembiayaan.

MORE FROM THIS CATEGORY