PGE Kebut Pembangunan Geotermal Sebagai Energi Baru Terbarukan di Indonesia
Dailynesia.com – Indonesia sedang menghadapi momentum bersejarah dalam sektor energi terbarukan. Dalam rangka memperingati 100 Tahun Panas Bumi RI, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mempercepat pembangunan infrastruktur geotermal sebagai tulang punggung energi baru terbarukan. Langkah strategis ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap transisi energi nasional dan pengurangan emisi karbon.
Edwil Suzandi, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, menjelaskan bahwa perayaan seratus tahun ini bukan sekadar peringatan, melainkan momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia. Sejak 1926, ketika PLTP Kamojang di Garut mulai beroperasi, industri panas bumi telah menunjukkan ketangguhannya sebagai sumber energi yang andal dan berkelanjutan.
Visi “Beyond Electricity” untuk Masa Depan Energi
PGE tidak hanya berfokus pada produksi listrik, tetapi juga mengembangkan konsep “beyond electricity” yang memanfaatkan panas bumi untuk berbagai sektor industri. Konsep ini mencakup pemanasan industri, greenhouse, hingga pariwisata berbasis geotermal. Melalui pendekatan holistik ini, PGE berupaya memaksimalkan nilai ekonomi dari setiap sumber daya panas bumi yang dimiliki Indonesia.
Sebagai perusahaan energi terbarukan terkemuka, PGE terus melakukan ekspplorasi dan pengembangan di berbagai wilayah potensial. Dari Sumatera hingga Sulawesi, proyek-proyek geotermal baru sedang dibangun untuk memenuhi permintaan energi yang terus meningkat. Pembangunan ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan bauran energi terbarukan menjadi 23 persen pada tahun 2025.
Wawancara lengkap mengenai strategi PGE dapat disaksikan melalui Squawk Box CNBC Indonesia pada Kamis, 23 Juli 2026. Program ini menghadirkan dialog antara Mercy Widjaja dengan Edwil Suzandi dari PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tentang percepatan pembangunan geotermal sebagai energi baru terbarukan.
Panas Bumi sebagai Solusi Energi Berkelanjutan
Keunggulan utama energi panas bumi terletak pada kemampuannya sebagai base load power yang stabil. Berbeda dengan energi surya dan angin yang bersifat intermiten, panas bumi dapat menghasilkan listrik 24 jam sehari tanpa bergantung pada kondisi cuaca. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.
Dengan kapasitas terpasang yang terus bertambah, PGE menargetkan peningkatan produksi energi geotermal secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Investasi besar-besaran dalam teknologi eksplorasi dan pengembangan diharapkan dapat membuka potensi baru di wilayah-wilayah yang belum tergarap. Perayaan 100 Tahun Panas Bumi RI ini menjadi katalisator untuk akselerasi pembangunan infrastruktur energi terbarukan di seluruh nusantara.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan transformasi energi nasional. PGE siap menjadi pemimpin dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang mandiri energi melalui pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah. Dengan fokus pada geotermal sebagai energi baru terbarukan, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi hijau.

