Tambang Emas Pani MDKA Gunakan Listrik Bersih dari PLTA
Dailynesia.com – Menjadi strategi utama PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dalam mengembangkan operasional tambang emas Pani di Gorontalo. Dengan pendekatan inovatif, perusahaan ini berkolaborasi dengan PT PLN (Persero) untuk mengakuisisi sertifikat energi terbarukan (REC), yang menjadi dasar penggunaan listrik dari PLTA Bakaru. Langkah ini memperkuat komitmen MDKA terhadap pemanfaatan sumber daya hijau, sejalan dengan Special Plan yang ditetapkan sebagai panduan pengelolaan lingkungan dan ekonomi secara bersamaan. Albert Saputro, Presiden Direktur MDKA, menjelaskan bahwa Special Plan menjadi fondasi untuk mendorong pertambangan yang lebih efisien, berkelanjutan, serta minim dampak negatif terhadap ekosistem.
Integrasi Teknologi untuk Efisiensi Energi
Implementasi Special Plan dalam tambang Pani tidak hanya berupa penggunaan listrik PLTA Bakaru, tetapi juga mencakup pengembangan infrastruktur tenaga surya. MDKA menargetkan pengurangan emisi karbon hingga 40% dalam lima tahun ke depan melalui peningkatan efisiensi konsumsi energi. Proyek ini merupakan bagian dari Special Plan yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan energi. Tahun lalu, perusahaan mencatat penghematan energi sebesar 563.293 liter B40 di Tambang Nikel SCM, yang menjadi contoh nyata keberhasilan Special Plan dalam menyelaraskan bisnis dengan kebutuhan lingkungan.
Kemitraan dengan PLN di bawah Special Plan memungkinkan MDKA memanfaatkan energi terbarukan secara massal. PLTA Bakaru, yang menjadi sumber utama listrik hijau, memiliki kapasitas 240 megawatt (MW) dan dapat memenuhi kebutuhan energi tambang Pani sebesar 60% per tahun. Dalam konteks Special Plan, penggunaan energi bersih tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga mendukung pemerintah dalam target energi terbarukan nasional. Albert Saputro menegaskan bahwa Special Plan dijalankan dengan pendekatan holistik, mencakup pembangunan fasilitas pemanfaatan energi, pemantauan emisi, dan keberlanjutan komunitas sekitar.
Program Lingkungan Berdasarkan Special Plan
Sebagai bagian dari Special Plan, MDKA aktif dalam program reklamasi lahan dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS). Tahun ini, perusahaan menyelesaikan reklamasi seluas 49,60 hektare di area tambang, sehingga total kumulatif mencapai 143,56 hektare. Program ini menggabungkan teknologi modern dan partisipasi masyarakat, sesuai prinsip Special Plan yang menekankan keharmonisan antara bisnis pertambangan dengan lingkungan. Selain itu, Special Plan juga mendorong penggunaan bahan baku daur ulang dalam proses produksi, yang selama ini menjadi inovasi baru di industri logam.
Special Plan MDKA tidak hanya fokus pada energi dan lingkungan, tetapi juga pada pengembangan komunitas. Perusahaan melakukan inisiatif pembangunan infrastruktur seperti jalan desa, sekolah, dan klinik kesehatan, sebagai bagian dari pengelolaan sosial yang berkelanjutan. Kebijakan ini mencerminkan visi MDKA mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam satu sistem. Dengan Special Plan, pemanfaatan energi bersih menjadi pilar utama untuk mencapai standar ESG yang ketat, termasuk pengurangan limbah dan pengelolaan air tanah.
Kinerja ESG dan Pertumbuhan Sirkular
Komitmen terhadap Special Plan membawa MDKA mencatatkan peringkat ‘A’ pada MSCI ESG Ratings selama tiga tahun berturut-turut. Ini menjadikan perusahaan sebagai satu-satunya dalam sektor logam yang mempertahankan skor konsisten di Indonesia. Capaian ini didukung oleh inisiatif Special Plan yang mengintegrasikan teknologi hijau dengan sistem perekonomian sirkular. Contohnya, sisa produksi tambang diubah menjadi bahan baku energi atau material daur ulang, yang kemudian dipakai dalam berbagai industri.
Special Plan juga memberikan dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan. Dengan peningkatan kapasitas PLTA Bakaru, MDKA mengurangi emisi CO2 sebanyak 12.000 ton per tahun. Selain itu, program pengelolaan air tanah yang dimulai pada 2024 berhasil mengembalikan kualitas air di sekitar tambang ke level standar nasional. Albert Saputro menegaskan bahwa Special Plan tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga menginspirasi sektor pertambangan lain untuk beralih ke model yang lebih ramah lingkungan.

