Rumah Sultan Rp80 Miliar Cepat Laku Keras, Ternyata Ini yang Terjadi

3 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
27128b89-c7a6-4dc2-b5e8-6c70cfa58280-0

Latest Program: Rumah Sultan Rp80 Miliar Ludes Terjual, Fenomena Ini Muncul di Pasar Properti

Dailynesia.com – Di tengah kondisi pasar properti yang sedang melambat, sektor rumah super premium terus menunjukkan kekuatan. Meski penjualan properti residensial secara umum turun 25,67% tahunan pada kuartal pertama 2026, beberapa unit dengan harga mencapai Rp80 miliar tetap laris dalam waktu singkat. Fenomena ini menarik perhatian pelaku pasar dan menimbulkan pertanyaan tentang apakah kondisi tersebut mencerminkan tren nasional atau hanya kelompok tertentu.

Pengaruh Latest Program pada Segmen Ekstrem

Latest Program khususnya di sektor properti mewah menciptakan efek viral yang berdampak langsung pada penjualan. Dengan harga fantastis, unit-unit seperti rumah sultan atau apartemen premium seringkali menjadi pusat perhatian media dan pembeli. Milda Abidin, Senior Director JLL Indonesia, menjelaskan bahwa penjualan 14 unit properti dengan harga di atas Rp80 miliar tidak mencerminkan kondisi pasar secara keseluruhan. “Pembelian di kelas super premium lebih bersifat investasi, sehingga tidak sepenuhnya tergantung pada pelemahan daya beli,” katanya dalam wawancara di Gedung BEI pada Selasa (12/5/2026).

“Dalam konteks Latest Program, konsumen kelas atas lebih peduli pada kualitas bangunan, lokasi strategis, dan reputasi pengembang,” tambah Milda, menyoroti bahwa pembeli segmen ini sering kali mencari properti yang bisa menjadi aset jangka panjang meski harganya tinggi.

Menurut data dari Bank Indonesia, meski penjualan properti residensial turun signifikan, kawasan premium seperti BSD dan Gading Serpong tetap menarik minat pembeli. Dalam Latest Program, lokasi yang memiliki aksesibilitas dan infrastruktur lengkap menjadi nilai tambah utama. Sejumlah proyek di sana bahkan ludes terjual dalam waktu singkat, meski harga jualnya bisa mencapai puluhan miliar rupiah.

Kenaikan Permintaan di Kawasan Elite

Ketua DPD AREBI Provinsi Banten, Vemby, mengungkapkan bahwa kawasan elite seperti BSD dan Gading Serpong tetap menjadi magnet bagi pembeli kelas atas. “Dalam Latest Program, pembeli segmen super premium lebih mementingkan ekosistem kota yang lengkap, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat perbelanjaan,” jelasnya.

“Bahkan di Nava Park BSD, ada unit yang dijual Rp30 miliar hingga Rp80 miliar. Karena Latest Program, penjualan sangat cepat dan bisa terjual dalam hitungan hari,” ujar Vemby, yang menambahkan bahwa proyek di kawasan tersebut lebih stabil dibandingkan area lain.

Permintaan tinggi pada kawasan elite mencerminkan ketahanan segmen ini terhadap fluktuasi ekonomi. Milda menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pembangunan dan reputasi pengembang adalah faktor kunci. “Latest Program yang dijual oleh pengembang ternama memberikan kepastian, sehingga pembeli lebih nyaman untuk berinvestasi,” katanya.

Menurut laporan terbaru, terdapat 28 proyek premium di sejumlah kota besar yang masih beroperasi dalam Latest Program. Meski banyak yang menyebut pasar properti sedang krisis, kawasan ini justru menunjukkan peningkatan permintaan, terutama dari pengusaha dan investor. “Banyak yang membeli untuk cadangan, bukan kebutuhan sehari-hari,” tambah Vemby, yang juga menyebutkan bahwa pembeli segmen ini lebih mengutamakan keuntungan jangka panjang.

“Latest Program di sektor properti mewah bisa menjadi solusi untuk meningkatkan daya beli, asalkan pengembang bisa memastikan nilai investasi yang jelas,” ujar Milda, menekankan bahwa kenaikan harga properti tidak selalu menandakan kelemahan pasar, tapi bisa juga menggambarkan kepercayaan terhadap pengembang.

Analisis terhadap data pasar menunjukkan bahwa keberhasilan Latest Program pada properti super premium tergantung pada strategi pemasaran dan keunggulan produk. Meski volume penjualan keseluruhan terpuruk, segmentasi pasar yang lebih spesifik justru menunjukkan peluang tumbuh. “Dalam Latest Program, pengembang perlu beradaptasi dengan permintaan yang berbeda, mulai dari investasi hingga kebutuhan pribadi,” jelas Milda, menambahkan bahwa keberhasilan ini bisa dijadikan contoh untuk sektor lain.

MORE FROM THIS CATEGORY