Dailynesia.com –
Video: Prospek Bank Incar Naik Kelas ke KBMI 3 dan IPO Saham?
Dailynesia.com – Dalam kondisi pasar keuangan Indonesia yang sedang menghadapi dinamika global, New Policy yang baru saja diumumkan pemerintah menjadi faktor penting dalam mengubah strategi perbankan. CEO JPMorgan Chase Indonesia & SEA Global Corporate Banking Head, Hioshia Ralie, mengungkap bahwa kebijakan ini memberikan peluang besar bagi bank untuk meningkatkan pertumbuhan usaha, memperkuat likuiditas, serta menambah volume penyaluran kredit. Selain itu, New Policy juga mendorong perusahaan-perusahaan multinasional dan lokal untuk mengeksplorasi ekspansi bisnis, baik melalui pengembangan pasar ekspor maupun integrasi dengan sektor keuangan nasional.
Strategi Perbankan Dalam Menghadapi New Policy
Dalam wawancara dengan CNBC, Hioshia Ralie menekankan bahwa New Policy mengharuskan bank untuk lebih fokus pada efisiensi operasional dan diversifikasi portofolio. Dengan adanya kebijakan tersebut, perbankan asing diproyeksikan menjadi mitra strategis bagi perusahaan multinasional yang ingin masuk ke pasar Indonesia. Layanan seperti pembiayaan, treasury, dan kustodian, termasuk penggunaan Byd sebagai contoh, akan memperkuat keberlanjutan bisnis perbankan. Di sisi lain, perusahaan lokal yang memiliki fondamental kuat dan berencana melakukan ekspansi internasional juga diberikan ruang untuk tumbuh lebih pesat, seiring dukungan yang lebih besar dari sektor keuangan.
Menurut Hioshia, New Policy memberikan ruang bagi bank untuk mengembangkan produk dan layanan yang lebih inovatif. “Kebijakan ini menuntut perbankan untuk lebih adaptif dalam memenuhi kebutuhan pelaku usaha, terutama yang bergerak di sektor ekspor,” jelasnya. Ia menambahkan, kebijakan ini juga akan mendorong adanya keterbukaan pasar yang lebih luas, sehingga memungkinkan bank mengakses dana tambahan melalui IPO atau pendanaan lainnya. Pemenuhan kebutuhan likuiditas dan pendanaan ekspansi menjadi fokus utama dalam New Policy, yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri perbankan secara keseluruhan.
“Perusahaan-perusahaan yang beroperasi secara efisien di dalam negeri atau mengejar ekspansi internasional sangat berpotensi menjadi penopang keberlanjutan sektor perbankan,” kata Hioshia.
Tantangan dan Peluang Dalam Implementasi New Policy
Dalam konteks New Policy, tantangan utama yang dihadapi perbankan adalah mengelola risiko yang muncul dari perubahan regulasi. Hioshia Ralie menyoroti bahwa perbankan perlu menyesuaikan sistem internal dan memastikan kepatuhan terhadap aturan baru. Namun, tantangan ini diimbangi dengan peluang ekstensif, seperti peningkatan akses ke pasar modal melalui IPO. Dengan New Policy, bank yang memiliki reputasi kuat dapat menjual saham ke publik untuk mendapatkan dana tambahan yang bisa digunakan dalam ekspansi operasional atau pengembangan produk baru.
Sejumlah bank KBMI 2 juga dinilai memiliki potensi besar untuk naik kelas menjadi KBMI 3, yang menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi mereka di pasar. Hioshia menyatakan bahwa perubahan kelas ini tidak hanya meningkatkan daya saing perbankan, tetapi juga membuka akses ke dana tambahan melalui pendanaan eksternal. “Kebijakan ini menjadi penyemangat bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mengambil peluang di pasar keuangan Indonesia,” katanya. Selain itu, New Policy juga diharapkan mendorong transparansi dan pertumbuhan sektor keuangan yang lebih inklusif, terutama untuk usaha kecil dan menengah yang biasanya kesulitan mendapatkan akses pembiayaan.
Dalam jangka pendek, New Policy mungkin memerlukan waktu untuk terimplementasi secara optimal. Namun, sektor perbankan di Indonesia diprediksi akan mengalami transformasi yang signifikan, terutama dalam mengakomodasi kebutuhan pelaku usaha yang semakin dinamis. Peningkatan volume penyaluran kredit dan peningkatan kualitas layanan menjadi indikator utama keberhasilan kebijakan ini. Selain itu, IPO juga dianggap sebagai alat penting dalam memperkuat ekosistem keuangan, karena memberikan ruang bagi investor lokal dan internasional untuk terlibat lebih aktif.
Bagaimana prospek dan tantangan bisnis perbankan saat ini? Simak selengkapnya dialog Shania Alatas dengan CEO JPMorgan Chase Indonesia & SEA Global Corporate Banking Head, Hioshia Ralie dalam Power Lunch, CNBC (Senin, 14/07/2026). Dalam wawancara tersebut, Hioshia juga menyoroti bahwa New Policy akan menjadi bantuan besar bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan. “Kebijakan ini memberikan jalan untuk perbankan dan bisnis bersinergi dalam membangun ekonomi yang lebih stabil,” tuturnya. Dengan adanya New Policy, ekosistem keuangan Indonesia diharapkan menjadi lebih inklusif, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

