RI Siapkan Gas Pengganti LPG & Lebih Murah 30%, Ternyata Ini Alasannya

3 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
7725c18c-2cac-406c-86ca-a1be1fed014d-0

Special Plan: Indonesia Akan Mengganti LPG dengan Gas Alami yang Lebih Murah

Dailynesia.com – Sebagai bagian dari Special Plan yang digagas pemerintah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang berupaya untuk mengganti penggunaan LPG dengan bahan bakar alternatif yang lebih ekonomis. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah Compressed Natural Gas (CNG), yang menurut Menteri Bahlil Lahadalia memiliki potensi menurunkan biaya hingga 30% dibandingkan LPG saat ini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mendorong penghematan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Potensi CNG sebagai Solusi Energi Terjangkau

Dalam wawancara terbaru, Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa studi kelayakan terhadap penggunaan CNG telah menunjukkan keuntungan signifikan. “CNG itu sudah dilakukan kajian. Harganya jauh lebih murah, kurang lebih sekitar 30% lah lebih murah,” ujarnya. Selain faktor harga, ketersediaan bahan bakar alam dalam negeri juga menjadi keunggulan utama. “Kita tidak melakukan impor, cost transportasinya saja sudah bisa mengcover,” tambah Bahlil, menjelaskan bahwa jaringan distribusi CNG yang luas memungkinkan akses yang lebih mudah ke berbagai wilayah.

“Dan kalau ditanya apakah sudah perform untuk jalan atau tidak, pada skala yang besar sudah jalan. Di daerah-daerah Jawa kan sudah dipakai CNG. Hotel, restoran, kemudian MBG, dapur-dapur MBG sudah pakai itu,” terangnya.

Kebijakan Special Plan ini juga bertujuan untuk memastikan keadilan dalam akses energi. Menteri Bahlil menekankan bahwa subsidi untuk CNG akan terus diberikan guna mendukung masyarakat yang kurang mampu. “Arahan Bapak Presiden, baik itu CNG maupun LPG akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat,” jelas Bahlil usai pelantikan di Kementerian ESDM.

Langkah-Langkah Implementasi Special Plan dalam 12 Bulan

Peluncuran Special Plan untuk penggunaan CNG dalam pengganti LPG dijadwalkan untuk terus dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Menurut Bahlil, program ini masih dalam tahap uji coba dan penyesuaian skema distribusi. “Nanti, nanti. Makanya kita lagi uji coba. Ini belum diimplementasikan, ya. Saya ulangi, ya. Ini masih dalam exercise,” tambahnya. Proses ini dipastikan akan melibatkan koordinasi dengan berbagai stakeholder, termasuk industri otomotif dan kementerian terkait.

Dalam Special Plan ini, pemerintah juga berharap dapat menyesuaikan harga jual CNG agar menyaingi LPG 3 kg yang digunakan masyarakat. “Doakan seperti itu ya. Minimal sama. Minimal sama,” kata Bahlil. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyesuaian harga akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan stabilitas pasokan dan keberlanjutan program.

Adapun perencanaan penggunaan CNG dalam Special Plan diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Selain mengurangi biaya, perpindahan ke CNG juga dianggap lebih ramah lingkungan karena emisi karbonnya yang lebih rendah. “Kita ingin masyarakat bisa menikmati energi yang lebih terjangkau dan berkelanjutan,” imbuh Bahlil. Ia menambahkan, kebijakan ini sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun sistem energi yang lebih modern dan merata.

Menyusul peluncuran Special Plan, Kementerian ESDM berencana untuk melibatkan lebih banyak mitra dalam pengembangan jaringan distribusi CNG. Hal ini termasuk kerja sama dengan perusahaan energi, pihak swasta, serta instansi daerah. “Kolaborasi antar-sektor sangat penting agar program ini bisa berjalan optimal,” papar Bahlil. Dengan dukungan tersebut, kebijakan Special Plan diharapkan bisa mempercepat adopsi CNG sebagai bahan bakar utama di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Sebagai bagian dari Special Plan, kebijakan substitusi LPG dengan CNG juga diharapkan bisa meningkatkan kemandirian energi Indonesia. Dengan sumber bahan bakar yang melimpah di dalam negeri, penggunaan CNG bisa menjadi alternatif yang lebih efisien dalam jangka panjang. Bahlil menegaskan bahwa keberhasilan program ini akan menjadi bukti bahwa Special Plan benar-benar mampu mengubah paradigma penggunaan energi di Indonesia.

MORE FROM THIS CATEGORY