Bank Sampah: Anak-anak Diberi Edukasi Pemilahan Sampah Sejak Usia Dini
Dailynesia.com – Di sebuah Bank Sampah di Jakarta Timur, seorang pengelola bernama Rahmatullah mengadakan program pendidikan tentang pengelolaan sampah untuk siswa taman kanak-kanak (TK). Kegiatan ini digelar di Bank Sampah Persatuan, Jalan Persatuan RW 08, Pondok Kelapa, pada Senin (11/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pilah Sampah yang didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tujuannya adalah menangani sampah dari sumber awal, yaitu rumah tangga. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Dalam sesi edukasi, para anak-anak diajarkan cara memilah, mengelola, serta memanfaatkan sampah organik dan anorganik. Metode yang digunakan bersifat interaktif agar mereka lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi limbah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Selain berfungsi sebagai pusat pembelajaran, Bank Sampah Persatuan juga mengolah sampah plastik menjadi produk berdaya ekonomi. Bahan daur ulang ini dibuat menjadi hiasan dan ornamen rumah yang memiliki nilai jual. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Bank Sampah Persatuan, yang berdiri sejak 2019, kerja sama dengan para ibu rumah tangga sekitar Pondok Kelapa. Mereka terlibat dalam produksi kerajinan dari limbah. Kegiatan ini juga membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Produk olahan dari sampah tersebut dijual dengan harga antara Rp30 ribu hingga Rp125 ribu. Harga bergantung pada jenis dan tingkat kesulitan pembuatan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
“Keberadaan bank sampah adalah langkah positif untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih dan asri,” ujar Rahmatullah, pendiri Bank Sampah Persatuan. Ia menambahkan, pengelolaan sampah berbasis komunitas bisa meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya kebersihan lingkungan sekaligus memberi manfaat ekonomi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

