Topics Covered: Prabowo Mau RI Bangun 100 Giga Watt PLTS, Ini Kata ESDM
Dailynesia.com –
Pembangunan PLTS 100 GW sebagai Prioritas Energi Terbarukan
Pembangunan 100 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menjadi salah satu Topics Covered yang mendapat perhatian besar dalam upaya transisi energi Indonesia. Aspirasi ini dipaparkan oleh Prabowo Subianto, seorang tokoh politik yang dianggap sebagai calon presiden, dalam konteks peningkatan penggunaan energi terbarukan di Tanah Air. Menurut rencana, proyek ini akan rampung pada 2029, yang menjadi target utama pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan tanggapan terkait Topics Covered ini, menegaskan bahwa mereka fokus pada penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi landasan hukum untuk mempercepat proses investasi energi surya. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan infrastruktur hijau, sehingga mendorong keberlanjutan energi nasional.
“Wah belum, orang ini ketemu Pak Menteri (Bahlil) belum. Tapi perintah dari Sesneg sudah ada memang untuk segera dibahas gitu aja,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Rabu (15/7/2026).
Dalam komunikasi dengan media, Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE), mengungkapkan bahwa ESDM berkomitmen untuk mendorong realisasi PLTS 100 GW. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan lembaga seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian, serta lembaga keuangan nasional untuk mendukung ekosistem investasi energi terbarukan. Topics Covered ini bukan hanya tentang teknis pembangunan PLTS, tetapi juga peran strategis sektor energi dalam mewujudkan visi ekonomi hijau Indonesia.
Koordinasi ESDM dengan Berbagai Pihak
ESDM mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan upaya intensif untuk melengkapi regulasi yang mendukung pengembangan PLTS. Eniya menjelaskan bahwa regulasi ini dibutuhkan agar para investor dapat mempercepat proses perizinan dan konstruksi. Dalam konteks Topics Covered terkait PLTS, ESDM juga berupaya untuk menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan pasar energi nasional, termasuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kualitas energi terbarukan. Menurut Eniya, Perpres yang diterbitkan akan menjadi pendorong utama untuk mempercepat realisasi proyek ini, sekaligus menjadi alat untuk menarik investasi besar di bidang energi hijau.
“Jadi EBT itu yang bisa apple-to-apple dengan penggantian fosil adalah panas bumi. Kalau hidro itu terpengaruh sama iklim. Kan kalau dry season agak sedikit lah debit air turun, tapi kalau panas bumi kan terus menerus,” tandasnya.
Selain PLTS, ESDM juga menekankan peran panas bumi sebagai sumber energi yang stabil. Eniya menyebutkan bahwa sumber daya ini tidak tergantung pada perubahan musim, sehingga bisa menjadi alternatif utama dalam jangka panjang. Namun, dalam Topics Covered yang menjadi fokus saat ini, ESDM menegaskan bahwa PLTS tetap diutamakan karena memanfaatkan sumber daya yang luas dan relatif lebih mudah diakses di berbagai wilayah Indonesia. Topics Covered ini juga mencakup penyelarasan kebijakan antar sektor untuk memastikan keberhasilan program energi terbarukan.
Kebutuhan Energi Terbarukan dalam Konteks Global
Komitmen pemerintah untuk menyelesaikan PLTS 100 GW dianggap sangat relevan mengingat tantangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasokan energi fosil. Prabowo Subianto, dalam acara Indonesia-Japan Business Forum di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026), menyatakan bahwa Indonesia harus mendorong penggunaan energi surya secara masif dalam tiga tahun ke depan. Topics Covered ini mencakup peran penting investasi asing dan kerja sama internasional dalam mendukung pengembangan energi terbarukan. Selain PLTS, pemerintah juga fokus pada biodiesel 50% (B50) dan bioetanol sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi.
“Kami ingin bergerak sangat cepat untuk menggunakan listrik dari energi surya. Kami memiliki rencana dan kami bertekad untuk berjalan secepat mungkin, dalam waktu tiga tahun, kami ingin mencapai 100 gigawatt energi surya,” ujar Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa pembangunan PLTS tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga mendorong kemandirian energi nasional. Topics Covered terkait ini mencakup rencana pemerintah untuk meningkatkan produksi energi terbarukan sekaligus mengurangi biaya energi secara signifikan. Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan pihak swasta dan lembaga keuangan internasional untuk memastikan keberlanjutan proyek. Dengan menyelesaikan target 100 GW PLTS, Indonesia diharapkan bisa menjadi pusat energi hijau di kawasan Asia Tenggara.
Kebijakan ESDM untuk Mempercepat Pertumbuhan PLTS
Dalam upaya mempercepat pengembangan PLTS, ESDM telah memprioritaskan penyusunan regulasi yang lebih efisien. Eniya menegaskan bahwa Perpres menjadi kunci untuk menghilangkan hambatan administratif, sehingga investor dapat bergerak lebih bebas. Topics Covered ini juga mencakup kebijakan insentif yang akan diberikan kepada perusahaan yang berpartisipasi dalam proyek PLTS, seperti pengurangan pajak atau keringanan birokrasi. Selain itu, ESDM juga berencana untuk mendorong kerja sama dengan pihak swasta dan institusi internasional guna mempercepat realisasi proyek yang bersifat besar skala ini.
Manfaat dan Tantangan Pembangunan PLTS 100 GW
Pembangunan PLTS 100 GW diharapkan memberikan manfaat besar bagi Indonesia, baik secara ekonomi maupun lingkungan. Topics Covered terkait ini mencakup peningkatan kapasitas energi nasional, penurunan emisi gas rumah kaca, dan keberlanjutan ekosistem energi. Namun, ada tantangan yang perlu diatasi, seperti perizinan lahan, ketersediaan teknologi, dan pendanaan. Eniya menyatakan bahwa ESDM sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi kendala tersebut. Topics Covered ini juga mencakup penekanan pada kebutuhan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas SDM di bidang energi terbarukan, sehingga mampu mengelola proyek yang kompleks ini secara optimal.

