Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Keamanan & Perlindungan Nasabah

4 weeks ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
53cf54e4-3b53-4d9c-98d1-1858bf658ba4-0

Strategi Utama BRI Jaga Rekening Tetap Aktif & Tingkatkan Keamanan Nasabah

Dailynesia.com – Strategi utama BRI dalam menjaga keamanan nasabah dan memperkuat tata kelola layanan perbankan terus dikembangkan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan kebijakan baru yang berlaku mulai 10 Mei 2026, sejalan dengan implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025. Kebijakan ini membagi status rekening menjadi tiga kategori: Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant, dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan rekening dan mengurangi risiko penyalahgunaan. Strategi ini menjadi fokus utama BRI untuk menciptakan sistem perbankan yang lebih transparan, aman, dan berkelanjutan.

Pola Pengelolaan Rekening yang Lebih Terstruktur

Dengan kebijakan baru ini, BRI menegaskan komitmen untuk mengelola rekening nasabah secara lebih terarah. Setiap kategori memiliki standar aktivasi yang berbeda, seperti rekening Dormant yang memerlukan prosedur lebih ketat dibandingkan rekening Tidak Aktif. Selain itu, nasabah juga diberi wewenang lebih besar dalam memastikan rekening tetap bisa diakses dan digunakan secara efektif. Pola pengelolaan ini didasari oleh kebutuhan untuk mengurangi risiko kehilangan dana akibat rekening yang terlantar atau tidak terawasi.

“Strategi ini adalah bagian dari upaya BRI untuk menciptakan lingkungan keuangan yang lebih terpercaya. Dengan membagi status rekening menjadi tiga kategori, kami dapat memantau penggunaan dana secara lebih real-time dan mencegah kejahatan keuangan yang berpotensi merugikan nasabah,” ujar Hakim Putratama, Direktur Operations BRI, Sabtu (11/7/2026).

BRI juga menekankan pentingnya transparansi dalam sistem perbankan. Kebijakan ini memberikan penjelasan jelas tentang kondisi rekening, sehingga nasabah bisa lebih mengerti bagaimana mengelola dana mereka. Selain itu, perusahaan menawarkan pelayanan yang responsif melalui berbagai saluran, termasuk aplikasi BRImo, untuk memastikan nasabah tidak mengalami hambatan dalam menggunakan layanan.

Langkah Praktis untuk Meminimalisir Risiko Inaktif

Nasabah yang ingin memastikan rekening tetap aktif dapat melakukan beberapa langkah. Pertama, rutin melakukan transaksi, seperti pengecekan saldo atau penarikan dana, melalui aplikasi BRImo atau layanan di kantor cabang. Kedua, memperbarui data pribadi, termasuk alamat, email, dan nomor telepon, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan langkah-langkah ini, nasabah bisa menghindari risiko rekening masuk ke kategori Tidak Aktif atau Dormant, yang bisa memengaruhi akses mereka ke layanan perbankan.

“Strategi utama BRI adalah memastikan nasabah tetap terlibat dalam pengelolaan rekening mereka. Kami juga menyediakan panduan lengkap dan bantuan langsung untuk memudahkan proses aktivasi, sehingga masyarakat bisa menikmati keamanan dan kemudahan transaksi yang optimal,” tambah Hakim Putratama.

Dalam konteks penyesuaian kebijakan, BRI menekankan bahwa perubahan ini tidak hanya berdampak pada pengelolaan dana nasabah, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas industri keuangan. Dengan memperkuat keamanan transaksi, bank berupaya menciptakan ekosistem yang lebih tangguh terhadap ancaman digital. Selain itu, kebijakan ini memastikan bahwa nasabah yang tidak aktif tetap bisa diberi peringatan atau bimbingan untuk memulihkan status rekening mereka.

Transformasi Digital dan Dukungan Layanan

Transformasi digital menjadi salah satu strategi utama BRI dalam meningkatkan keamanan nasabah. Platform BRImo yang terus diperkaya dengan fitur baru, seperti notifikasi otomatis dan verifikasi dua faktor, mendukung upaya ini. Selain itu, jaringan kantor cabang yang menyebar ke seluruh Indonesia juga menjadi bagian dari strategi untuk memastikan akses layanan yang mudah dan aman. Kombinasi antara digital dan fisik ini bertujuan memberikan kepercayaan lebih tinggi kepada masyarakat.

Dukungan transformasi digital juga mencakup penerapan teknologi blockchain untuk memperkuat keamanan transaksi. Dengan teknologi ini, BRI berharap dapat mengurangi risiko pencurian data atau penyalahgunaan rekening yang tidak terdeteksi. Strategi ini memperkuat komitmen BRI untuk menjaga kualitas layanan perbankan, terutama dalam era digital yang terus berkembang.

Strategi utama BRI untuk menjaga rekening tetap aktif tidak hanya fokus pada prosedur administratif, tetapi juga pendidikan nasabah. Program pelatihan digital dan kampanye edukasi melalui media sosial diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memperbarui data dan memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia. Dengan demikian, nasabah bisa lebih proaktif dalam menjaga keamanan dana mereka, sekaligus mendukung kesuksesan kebijakan baru BRI.

MORE FROM THIS CATEGORY