8 Update Gencatan Senjata AS-Iran Bubar: Kuwait-Bahrain, Qatar Warning

4 weeks ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
iran-crisisusa-strikes-1783560095994_169

Special Plan: AS-Iran Gencatan Senjata Bubar, Kuwait-Bahrain-Qatar Beri Peringatan

Dailynesia.com – Dalam rangka Special Plan, konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas di wilayah Timur Tengah. Serangan militer AS terhadap Iran pada Rabu malam atau Kamis (9/7/2026) dini hari menandai perubahan drastis dalam perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya ditetapkan bulan Juni. Tindakan ini tidak hanya memicu reaksi dari Iran, tetapi juga menggarisbawahi kekhawatiran negara-negara tetangga seperti Kuwait, Bahrain, dan Qatar yang mengingatkan akan risiko eskalasi konflik.

AS Meluncurkan Serangan ke 90 Sasaran Militer di Iran

Dilaporkan oleh Komando Pasukan Tentera Laut AS (CENTCOM), operasi serangan terbaru menargetkan 90 lokasi strategis di Iran. Tindakan ini dilakukan untuk mengurangi kemampuan Iran mengganggu perjalanan kapal komersial dan pelaut sipil di Selat Hormuz, area kritis bagi distribusi minyak global. “Serangan ini menjangkau sistem pertahanan udara, aset pengawasan pantai, penyimpanan rudal, drone, serta infrastruktur logistik militer Iran,” jelas CENTCOM dalam laporan terbarunya. Langkah ini memperkuat upaya AS dalam Special Plan untuk memperketat kontrol militer di wilayah tersebut.

Iran Berbalik Serang: Kuwait dan Bahrain Jadi Sasaran

Sebagai respons terhadap serangan AS, pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang fasilitas penting di pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain. Operasi gabungan rudal dan drone ini menargetkan dua pangkalan utama, yaitu Camp Arifjan dan Ali Al Salem di Kuwait, serta Juffair dan Sheikh Isa di Bahrain. Dalam konteks Special Plan, tindakan Iran menunjukkan keberanian untuk membalas serangan militer AS, meski dampaknya masih terbatas dibandingkan perang skala besar.

Perubahan Dramatis di Selat Hormuz: Lalu Lintas Kapal Menurun

Setelah dua hari pertama serangan AS terhadap Iran, lalu lintas maritim di Selat Hormuz nyaris terhenti. Data pelacakan kapal menunjukkan hanya satu kapal tanker super dan satu kapal kontainer Iran yang melewati selat tersebut, dibandingkan dengan rata-rata 14 kapal kargo dalam sehari sebelumnya. Dalam konteks Special Plan, penurunan ini mencerminkan dampak langsung dari kebijakan militer yang bertujuan mengendalikan jalur energi global.

Kenaikan Harga Minyak: Gejolak Ekonomi Akibat Konflik

Pasca serangan militer AS, harga minyak tercatat mengalami kenaikan signifikan. CNBC Internasional mencatat kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman September naik 1,03% ke US$78,82 per barel, sementara kontrak West Texas Intermediate AS (WTI) meningkat 1,06% menjadi US$74,29 per barel. Kenaikan ini menjadi indikator mengenai ketidakstabilan pasokan energi akibat penegakan Special Plan, yang dianggap sebagai alat untuk mengontrol kawasan strategis.

Analisis Politik: Trump Disejajarkan dengan George Bush

Analisis politik dari mantan anggota parlemen Partai Republik, Marjorie Taylor Greene, mengkritik kebijakan Trump dengan menyamakannya dengan pendekatan George Bush dalam Perang Irak. “Pada masa itu, Iran membom kapal di Selat Hormuz, lalu Trump mengebom Iran, mengakibatkan kenaikan harga minyak dan tekanan pasar saham,” tulis Greene di platform X. Dalam konteks Special Plan, ia menilai tindakan AS menunjukkan sikap agresif yang mirip dengan kebohongan perang Timur Tengah pasca 9/11.

“Kebijakan mengebom Iran dalam Special Plan mencerminkan kekhawatiran politik yang lebih besar dibandingkan risiko nyata dari senjata nuklir, seperti yang terjadi selama Perang Irak,”

kritiknya menambahkan.

Iran dan Khamenei: Keterlibatan dalam Perang yang Berlanjut

Sebagai latar belakang, Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, meninggal pada 28 Februari setelah terkena serangan AS-Israel di Teheran. Peristiwa ini menjadi titik awal dari ketegangan terkini, meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam laporan terkini. Dalam rangka Special Plan, serangan terhadap Khamenei menggarisbawahi upaya AS untuk mengurangi pengaruh politik Iran di kawasan, sekaligus memicu reaksi militernya.

MORE FROM THIS CATEGORY