Ramai Media Asing Sorot Kebakaran TPA Jatiwaringin

4 weeks ago  ·  2 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
personil-gabungan-berjibaku-memadamkan-api-kebakaran-tpa-jatiwaringin-tangerang-dengan-menggunakan-semprotan-air-pada-senin-67-1783394478809_169

Kebakaran TPA Jatiwaringin Memantik Perhatian Media Global

Dailynesia.com – Kebakaran besar yang menghantam Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di tepi kota Jakarta menarik perhatian sejumlah media internasional. Bencana ini menjadi sorotan karena dampak lingkungan serta ancaman kesehatan yang diakibatkan oleh asap beracun yang mengancam kawasan sekitar. Dalam laporan berjudul “A mountain of rubbish in Indonesia has been on fire for more than a week”, BBC menyebutkan api telah merusak lebih dari 15 hektare area TPA selama lebih dari tujuh hari.

Permukiman di sekitar lokasi kini diliputi asap tebal, memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. Sarmanah, seorang warga usia 45 tahun, menceritakan pengalaman keluarganya terpaksa dievakuasi. “Asapnya begitu tebal hingga kami tidak bisa melihat siapa pun. Asap itu menusuk hidung, membuat kami batuk, pilek, dan sulit bernapas. Kami terpaksa meninggalkan rumah karena sudah tidak sanggup lagi,” kata Sarmanah.

“Asapnya begitu tebal hingga kami tidak bisa melihat siapa pun. Asap itu menusuk hidung, membuat kami batuk, pilek, dan sulit bernapas. Kami terpaksa meninggalkan rumah karena sudah tidak sanggup lagi,” ujarnya.

Media Al Jazeera juga ikut menyoroti insiden ini melalui unggahan Instagram. Dalam laporan terbarunya, mereka menyebutkan kebakaran TPA telah memasuki hari ketiga. Untuk memadamkan api, pihak berwenang mengerahkan helikopter yang melakukan pengeboman air dari udara. Petugas pemadam kebakaran terus berusaha memadamkan sisa-sisa api yang membara di bawah tumpukan sampah.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 234 warga telah menjalani pemeriksaan kesehatan akibat terpapar asap. Dari jumlah tersebut, 72 orang didiagnosis menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa api tidak membakar permukaan, melainkan bersembunyi di dalam tumpukan sampah, sehingga memperumit upaya pemadaman.

Tantangan Penanganan Kebakaran

TPA Jatiwaringin hanya mampu menampung sekitar 2.700 ton sampah per hari, atau 59% dari total produksi harian Kabupaten Tangerang. Wahyu Eka Styawan, aktivis dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengungkapkan pertanyaan mengenai nasib sampah yang tidak masuk ke dalam sistem pengelolaan yang seharusnya.

“Ini adalah bom waktu dari persoalan pengelolaan sampah yang telah bertahun-tahun diabaikan tanpa adanya perbaikan mendasar,” kata Wahyu kepada BBC.

Menurut Walhi, sampah yang berlebihan akhirnya menumpuk di lokasi pembuangan terbuka di sekitar TPA, membentuk gunung sampah yang sangat dekat dengan pemukiman warga. Kondisi ini tidak hanya menciptakan bau menyengat dan serangan lalat, tetapi juga meningkatkan risiko longsor. Gas metana yang terperangkap di bawah timbunan sampah menjadi faktor utama memicu kebakaran.

Kebakaran ini menimbulkan peringatan dari aktivis lingkungan. Wahyu menambahkan bahwa percikan api kecil saat cuaca panas sudah cukup untuk memicu kebakaran besar. Pemerintah menyatakan akan menyelidiki penyebab kebakaran setelah proses pemadaman selesai. Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Rizal Irawan mengungkapkan evaluasi terhadap 390 TPA di seluruh Indonesia akan dilakukan pada awal Agustus 2026.

Selain itu, TPA Jatiwaringin sebelumnya telah dikenai sanksi administratif pada 2025 karena pengelolaan sampah yang buruk. Pihak berwenang meminta TPA tersebut menerapkan sistem controlled landfill untuk mengurangi penumpukan gas metana dan risiko kebakaran. Kebijakan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menangani krisis lingkungan yang kian mengkhawatirkan.

MORE FROM THIS CATEGORY