Historic Moment: Aktor China Jadi Korban AI, Banting Setir Jualan Sayur di Pasar

1 month ago  ·  3 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
08f1d6af-1766-4cb9-8cd0-e136e8194723-0

Historic Moment: Aktor China Banting Setir Jualan Sayur di Pasar, Saksi Bisu Revolusi AI

Dailynesia.com – Sebuah Historic Moment kini menjadi sorotan publik di Tiongkok, yaitu kisah Xu Peng, seorang aktor yang memutuskan meninggalkan dunia hiburan dan beralih ke bidang yang sebelumnya tidak terbayangkan. Pria berusia 30 tahun ini dulu dikenal sebagai bintang drama mikro, tetapi kini memilih menjual sayuran di pasar tradisional setelah industri film dan televisi berubah drastis akibat adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI).

Transformasi Karier: Dari Bintang Drama ke Pedagang Sayur

Produksi drama pendek berbasis AI kini mendominasi pasar Tiongkok, menurut laporan dari HK01. Pada kuartal pertama 2026, sekitar 128.000 judul drama pendek dirilis, dengan lebih dari 95% menggunakan teknologi AI. Xu Peng, yang pernah memerankan karakter CEO dingin dan berwibawa, harus menghadapi perubahan yang memaksa ia meninggalkan kehidupan sebagai aktor. Dengan jumlah tawaran bermain yang terus menurun, Xu Peng memilih mengejar profesi baru untuk menghidupi keluarganya.

“Akting hanyalah sebuah pekerjaan. Jika tidak ada peran yang bisa diambil, saya akan mencari cara lain untuk mencari nafkah. Selama saya bisa mencari nafkah dengan jujur melalui kerja keras, tidak ada rintangan yang tidak bisa saya atasi,” ujar Xu Peng, Sabtu (4/7/2026).

Kehidupan Xu Peng kini berbeda drastis. Dulu, ia sering menjalani proses syuting selama 15 hingga 16 jam per hari, tetapi sekarang ia menghabiskan waktunya mengangkut sayuran menggunakan kendaraan listrik dan menjajakannya di pasar tradisional. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi dirinya, tetapi juga menjadi Historic Moment yang menggambarkan tantangan baru akibat perkembangan teknologi AI.

Impact AI: Perubahan Dramatis di Industri Hiburan

Perkembangan AI telah mengubah cara industri hiburan Tiongkok beroperasi. Teknologi ini tidak hanya mempercepat produksi konten, tetapi juga mengurangi kebutuhan akan aktor manusia dalam beberapa peran. Xu Peng menjadi contoh nyata bagaimana kecepatan transformasi ini dapat memaksa individu untuk menyesuaikan diri. Meski kehilangan banyak peluang, Xu Peng tetap bersemangat dalam menjalani kehidupan baru.

Dalam wawancara terbarunya, Xu Peng menegaskan bahwa Historic Moment ini bukan berarti berakhirnya karier sebagai aktor, tetapi hanya perubahan bentuk. “Bagi saya, bukan berarti berpisah dengan industri hiburan. Hanya panggungnya saja yang berubah. Meski profesi saya berubah, saya tetap orang yang sama,” kata aktor ini, mengungkapkan tekad untuk terus berkarya meski dalam bidang yang berbeda.

Keputusan Xu Peng menimbulkan respons yang beragam dari masyarakat. Banyak warganet memuji sikapnya yang rela beralih profesi demi membantu keluarga, sementara lainnya menilai ini sebagai bagian dari tren besar di sektor kreatif. Kisahnya pun viral di media sosial, dengan penonton menunjukkan antusiasme untuk mengikuti perjalanan hidupnya.

Kisah Inspiratif: Tantangan dan Adaptasi di Era AI

Sebagai lulusan Central Academy of Drama, Xu Peng pernah membintangi beberapa serial televisi sebelum fokus pada drama mikro. Namun, dengan kecepatan perkembangan AI, industri yang pernah mengangkat namanya kini justru menjadi sektor yang paling terdampak. Xu Peng menjadi saksi bisu bagaimana teknologi ini memaksa rencana karier para aktor untuk berubah.

Kehidupan sederhana yang dijalani Xu Peng di Shandong juga menggambarkan adaptasi yang diperlukan dalam menghadapi perubahan teknologi. Ia kembali ke kampung halamannya setelah meninggalkan Hengdian, pusat industri film dan televisi Tiongkok di Provinsi Zhejiang. Dalam rutinitas sehari-harinya, Xu Peng mengangkut sayuran dan menjajakannya di pasar, menjadikannya bagian dari komunitas lokal yang semakin terbuka terhadap inovasi.

Kisah Xu Peng bukanlah yang pertama dari jenis ini. Banyak aktor lain di Tiongkok juga mengalami perubahan serupa akibat AI. Namun, keputusan untuk beralih ke profesi yang sebelumnya tidak terbayangkan menjadikannya sebagai Historic Moment yang menarik perhatian publik. Bagaimana ia menyesuaikan diri dengan perubahan ini menjadi cerminan ketangguhan individu dalam menghadapi era digital.

Transformasi Xu Peng juga menjadi pembelajaran bagi industri hiburan. Meski AI mengurangi kebutuhan akan aktor manusia, ia menunjukkan bahwa ada ruang bagi kreativitas baru. Dengan berjualan sayuran, Xu Peng menggabungkan passionnya sebagai aktor dengan dedikasi terhadap pekerjaan yang jujur. Ini membuktikan bahwa Historic Moment dalam perubahan karier bisa menjadi peluang untuk menginspirasi orang lain.

MORE FROM THIS CATEGORY