Key Discussion: Bank Raya Dorong Mahasiswa dan UMKM Produktif dengan Literasi Keuangan Digital
Dailynesia.com – Dalam Key Discussion yang digelar pada 1 Juli 2026, Bank Raya menggencarkan upaya meningkatkan literasi keuangan digital terutama untuk generasi muda dan pelaku usaha kecil menengah (UMKM). Acara ini menjadi bagian dari komitmen bank sebagai bagian dari BRI Group untuk memperluas akses ke layanan perbankan modern. Pada kesempatan ini, Bank Raya tidak hanya membagikan wawasan tentang pengelolaan keuangan secara efektif, tetapi juga menekankan peran digital banking dalam memperkuat produktivitas di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Key Discussion diisi oleh dua pembicara utama, yaitu Kepala Divisi Digital & Product Bank Raya M. Farhad dan Perencana Keuangan Lolita Setyawati, yang membahas berbagai aspek penting dalam mengelola dana secara optimal.
Program Inspiraya: Edukasi Finansial untuk Masa Depan yang Lebih Tenang
Key Discussion mengupas tuntas tentang program Inspiraya yang dirancang Bank Raya untuk memberikan edukasi finansial berbasis digital. Program ini berfokus pada tiga tema utama: pengelolaan dana harian, tabungan jangka panjang, dan manajemen keuangan bisnis. Kedua pembicara menyampaikan bahwa mahasiswa dan UMKM membutuhkan pendekatan praktis untuk membangun kebiasaan keuangan yang sehat. Dalam Key Discussion, mereka menjelaskan bahwa metode digital tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membantu pengguna memahami cara mengatur uang sesuai dengan tujuan jangka pendek dan jangka panjang.
“Key Discussion pada acara Inspiraya menekankan bahwa literasi keuangan digital adalah kunci untuk meningkatkan kemandirian finansial. Dengan memahami alat-alat yang tersedia, mahasiswa bisa mengelola keuangan secara mandiri, sementara UMKM lebih terbantu dalam mengoptimalkan dana operasional,” ujar Ajeng Putri Hapsari, Corporate Secretary Bank Raya dalam siaran pers.
Fungsi Aplikasi Raya: Solusi Terpadu untuk Pengelolaan Keuangan
Key Discussion juga menyoroti fitur-fitur yang terintegrasi dalam Aplikasi Raya, sebagai alat utama dalam menyebarkan literasi keuangan digital. Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai fitur seperti Saku Bujet untuk pengelolaan pengeluaran sehari-hari, Saku Pintar untuk tabungan otomatis bulanan, serta Saku Jaga Optimal untuk dana darurat. Key Discussion mengungkap bahwa Saku Bisnis, fitur yang khusus dibuat untuk UMKM, memungkinkan pelaku usaha memisahkan keuangan pribadi dan bisnis dalam satu platform. Ini memberikan kejelasan arus kas dan membantu pengusaha mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat.
“Key Discussion menyoroti bahwa Aplikasi Raya dirancang dengan prinsip kepraktisan dan kejelasan. Fitur Saku Bisnis, misalnya, tidak hanya mengatur dana usaha, tetapi juga mengarahkan para pengusaha untuk mengelola keuangan dengan lebih produktif dan mengurangi risiko kekacauan arus kas,” tambah M. Farhad dalam sesi diskusi.
Berbagai fitur dalam Aplikasi Raya juga dirancang untuk mendukung kebiasaan tabungan dan investasi. Key Discussion menyoroti bahwa Saku Pintar membantu pengguna menabung secara otomatis setiap bulan, sehingga mengurangi risiko pengeluaran impulsif. Selain itu, Saku Bujet dilengkapi dengan alat analisis keuangan yang memberikan wawasan mengenai pola pengeluaran harian, serta memperkenalkan sistem pengingat otomatis untuk mengecek kebutuhan pribadi. Key Discussion menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan digital akan memberikan dampak signifikan terutama pada mahasiswa yang mulai merintis karier dan UMKM yang ingin mengembangkan bisnis mereka.
Manfaat untuk UMKM dan Mahasiswa: Meningkatkan Efisiensi dan Kemandirian
Key Discussion menggarisbawahi bahwa literasi keuangan digital adalah strategi penting untuk meningkatkan efisiensi operasional UMKM. Dengan mengakses layanan perbankan digital, pelaku usaha bisa menghemat waktu dan biaya dalam melakukan transaksi, pembayaran, serta pengelolaan inventaris. Selain itu, Key Discussion menyebutkan bahwa pelatihan dan edukasi tentang pengelolaan keuangan akan membangun kemandirian finansial, terutama bagi mahasiswa yang baru mulai belajar mengenai pengelolaan dana pribadi. Para pembicara menekankan bahwa dengan menggabungkan teknologi dan pengetahuan finansial, generasi muda dapat mengoptimalkan potensi mereka untuk meraih keberhasilan di masa depan.
“Key Discussion menegaskan bahwa digital banking bukan hanya alat transaksi, tetapi juga wadah untuk membangun kebiasaan keuangan yang disiplin. UMKM yang mengikuti program ini akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi, sementara mahasiswa bisa belajar mengatur uang dari dini,” jelas Lolita Setyawati.
Sejak diluncurkan tahun 2026, program literasi keuangan Bank Raya telah menyajikan lebih dari 40 konten edukasi yang mencapai lebih dari 50 ribu audiens. Key Discussion diharapkan menjadi awal dari upaya jangka panjang untuk memberikan akses keuangan yang lebih merata. Dalam sesi diskusi, para pembicara menyoroti bahwa Key Discussion tidak hanya menjadi platform untuk membagikan informasi, tetapi juga sebagai langkah untuk membentuk generasi yang lebih mandiri dalam mengelola dana. Pelaku usaha dan mahasiswa menjadi target utama karena mereka adalah pilar penting dalam perekonomian nasional.

