Krisis 2026 Makin Parah – Nasib Pedagang HP Memprihatinkan

1 month ago  ·  2 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
611ff212-83cc-4bcd-aa31-ca25107c8340-0

Krisis 2026 Makin Parah, Nasib Pedagang HP Memprihatinkan

Dailynesia.com – Dari Jakarta, perusahaan ponsel Nothing mengumumkan pembatalan peluncuran model terbaru CMF Phone pada tahun ini. Keputusan ini diambil karena kenaikan harga komponen, khususnya memori RAM, yang menyebabkan biaya produksi perangkat kelas menengah meningkat drastis. Hingga saat ini, lini produk ini telah merilis dua varian, tetapi pengembangan model berikutnya harus ditunda sementara karena material yang mahal membuat produksi tidak ekonomis.

Nasib Seri CMF Phone Terancam

CMF Phone selama ini dikenal sebagai lini smartphone terjangkau dengan performa yang kompetitif. Namun, tekanan harga komponen dalam beberapa bulan terakhir semakin memberatkan, terutama bagi perangkat dengan harga rendah. Co-founder Nothing, Akis Evangelidis, mengonfirmasi melalui platform X bahwa perusahaan memutuskan tidak meluncurkan seri baru tahun ini.

“Kami sebenarnya sedang mengembangkan penerusnya, tetapi dengan harga memori yang saat ini sangat tinggi, kami tidak bisa menciptakan ponsel yang lebih maju dengan biaya yang masih masuk akal untuk CMF,” tulis Evangelidis, dikutip dari 9to5Google, Senin (22/6/2026).

Dalam unggahan lanjutan, Evangelidis menyoroti kenaikan biaya produksi yang tajam. Menurutnya, jika Nothing meluncurkan perangkat dengan spesifikasi identik seperti CMF Phone 2 Pro, biaya produksi kini bisa mencapai 50% lebih besar dibandingkan sebelumnya. Ia juga menyebut bahwa stok CMF Phone 2 Pro telah habis, diduga karena kenaikan harga material yang terus berlangsung.

Krisis Harga RAM Semakin Mendalam

Keputusan ini muncul beberapa hari setelah CEO Nothing, Carl Pei, mengungkapkan bahwa RAM menjadi komponen paling mahal dalam pembuatan smartphone. Menurut Pei, biaya memori bahkan lebih tinggi daripada harga prosesor dan layar. Ia menambahkan bahwa RAM dapat menyumbang lebih dari 50% dari total biaya perangkat keras, meski persentase ini berbeda tergantung jenis perangkat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa krisis harga memori di industri teknologi 2026 semakin parah. Selama harga RAM tetap tinggi dan tidak menunjukkan tanda-tanda turun, peluang kembalinya seri CMF Phone dalam waktu dekat dinilai masih rendah. Perusahaan kini terjebak dalam dilema antara mempertahankan kualitas produk dan mengurangi biaya produksi untuk bertahan dalam persaingan pasar yang ketat.

MORE FROM THIS CATEGORY