Warga Ngamuk Data Center Sedot Air Sampai Satu Kota Kekeringan

3 months ago  ·  2 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
ilustrasi-data-center-1767856252862_169

Solution For: Data Center Usage Causing Drought in Fayetteville

Dailynesia.com – Di Fayetteville, Georgia, warga lokal mengungkapkan ketidakpuasan terhadap penggunaan air yang signifikan oleh sebuah pusat data. Kampus yang menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di AS ini menarik sekitar 113 juta liter air per tahun, menyebabkan krisis air di sekitar lingkungan perumahan mewah Annelise Park. Konflik ini menunjukkan bagaimana kebutuhan industri dapat berdampak besar pada kehidupan masyarakat sekitar, bahkan memicu ketegangan antara pihak pengelola dan warga.

The Water Crisis in Fayetteville

Sejumlah penduduk Annelise Park melaporkan tekanan air yang sangat rendah di rumah mereka. Investigasi menunjukkan bahwa dua pipa industri yang mengalirkan air ke kampus data center berada di luar daerah penggunaan yang diizinkan. Satu pipa tidak memiliki izin resmi dari pengelola air, sementara yang lain terdaftar dalam nama perusahaan data center tetapi tidak tercatat dalam tagihan. Hal ini mengakibatkan masyarakat merasa tidak adil, karena pasokan air yang mereka terima tidak sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Krisis ini menjadi semakin mengkhawatirkan setelah seorang warga mendapatkan surat dari sistem pengelolaan air Fayette County. Surat tersebut menyatakan bahwa penggunaan air harus dikurangi, sementara data center terus menarik air secara besar-besaran. Permintaan informasi publik yang dibagikan melalui media sosial memicu perhatian luas, termasuk dari pihak berwenang dan media lokal seperti Politico.

Impact on Local Residents

Keluhan warga terutama berasal dari ketidaknyamanan akibat air yang langka. Banyak rumah tangga mengalami kesulitan mencuci, memasak, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masyarakat juga khawatir bahwa penggunaan air yang berlebihan akan memperparah kondisi kekeringan yang sedang menghantam daerah tersebut. Konflik ini memperlihatkan bagaimana infrastruktur modern dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari jika tidak dikelola secara transparan.

Quality Technology Services (QTS), operator pusat data tersebut, ditemukan berhutang sekitar US$150 ribu atas penggunaan 109 juta liter air. Jumlah ini setara dengan 44 kolam renang olimpiade, dan melampaui batas konsumsi yang disepakati. Dengan tingkat konsumsi air yang tinggi, data center menjadi sumber utama penarikan air dari sumber lokal, yang memperparah masalah kekeringan di wilayah tersebut.

Solution For menjadi topik utama dalam diskusi mengenai penyelesaian masalah ini. Beberapa warga menuntut transparansi mengenai penggunaan air dan kemungkinan solusi untuk memperbaiki distribusi pasokan. Dewan Kota Fayetteville kemudian menyetujui larangan pengizinan data center baru, sebagai langkah untuk mengurangi tekanan terhadap pasokan air. Namun, solusi jangka panjang masih menjadi perdebatan antara pemerintah dan industri.

Dalam beberapa tahun terakhir, Georgia mengalami kekeringan yang berdampak luas. Bulan lalu, Gubernur Brian Kemp menyatakan status darurat setelah kebakaran hutan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Meski kekeringan sudah menjadi fenomena yang rutin, penggunaan air oleh pusat data menambah keresahan masyarakat. Kebutuhan energi dan air yang tinggi untuk menjalankan operasi data center menjadi salah satu faktor utama dalam persaingan sumber daya.

MORE FROM THIS CATEGORY