Ekonomi Q2-2026 Belum Bisa Tumbuh 6%, Purbaya Ogah Terapkan Pajak Baru

3 months ago  ·  2 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
menteri-keuangan-republik-indonesia-purbaya-yudhi-sadewa-menyampaikan-pemaparan-dalam-program-squawk-box-cnbc-indonesia-di-jak-1760061304175_169

Ekonomi Q2-2026 Belum Mencapai 6%, Purbaya Tunda Pajak Baru

Dailynesia.com – Dalam rangkaian Latest Program yang dijalankan oleh pemerintah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2026 masih belum mampu mencapai target 6%. Meski pertumbuhan pada kuartal I-2026 mencapai 5,61%, yang merupakan laju tertinggi sejak kuartal III-2022, Purbaya menegaskan bahwa situasi ekonomi masih membutuhkan waktu untuk memperkuat.

Pertumbuhan Ekonomi: Momentum dan Tantangan

“Kami masih dalam proses mengevaluasi berbagai indikator untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6% di kuartal II-2026,” tutur Purbaya saat memberikan pernyataan resmi di Jakarta pada Senin (11/5/2026).

Pertumbuhan ekonomi yang diperoleh pada kuartal pertama 2026 terutama didorong oleh sektor pertanian dan industri. Namun, kecepatan pertumbuhan tersebut berpotensi melambat di kuartal II karena adanya faktor eksternal seperti kenaikan harga energi dan ketersediaan bahan baku global. Purbaya menyebutkan bahwa inflasi yang menguat di tengah pemulihan ekonomi akan menjadi tantangan utama, terutama untuk pengelolaan anggaran dan pengucuran stimulus yang lebih besar.

Stimulus Ekonomi: Langkah Penting untuk Masa Depan

“Stimulus ekonomi akan diperbesar untuk memastikan momentum pertumbuhan tidak terhenti,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari Latest Program, pemerintah berencana memperluas dana penunjang sektor produktif, seperti kredit usaha rakyat (KUR) dan insentif bagi industri manufaktur. Purbaya menekankan bahwa pengucuran dana ini harus terukur dan berfokus pada peningkatan produktivitas, bukan sekadar meningkatkan belanja pemerintah. Ia juga menyebutkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi akan diperbarui setiap triwulan, dengan evaluasi rutin terhadap kebijakan yang dijalankan.

Dalam konteks Latest Program, kebijakan fiskal menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas perekonomian. Purbaya mengatakan bahwa pemerintah sengaja mempercepat pengucuran dana stimulus agar dampaknya terasa secara langsung pada masyarakat. “Kebijakan ini dirancang untuk merangsang permintaan domestik dan memperkuat daya beli konsumen,” jelasnya.

Meski tidak akan menerapkan pajak baru seperti pajak penghasilan bisnis online atau pajak jalan tol, Purbaya menyatakan bahwa kebijakan pajak tambahan tetap akan dipertimbangkan jika pertumbuhan ekonomi berhasil mencapai di atas 6% dalam dua triwulan berturut-turut. “Kami menunggu hasil analisis kuartal II-2026 sebelum menentukan langkah selanjutnya,” katanya.

Dalam Latest Program, Purbaya juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan bank sentral dan lembaga keuangan lainnya dalam menjaga kestabilan kredit dan memastikan inflasi tetap terkendali. Ia menambahkan bahwa transparansi dalam penggunaan dana stimulus menjadi prioritas, agar masyarakat dapat melihat dampak langsung dari kebijakan tersebut.

Kebijakan Latest Program ini diharapkan dapat memberikan respons cepat terhadap tantangan ekonomi, terutama dalam memperkuat perekonomian di tengah volatilitas global. Purbaya mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi membutuhkan keberlanjutan dan perencanaan matang, sehingga pemerintah terus memantau dinamika pasar serta menyesuaikan strategi yang diterapkan.

MORE FROM THIS CATEGORY