Grab Ajak Pedagang Pasar Jualan Online, Tingkatkan Pendapatan Daerah Melalui Key Strategy
Program Kota Masa Depan dan Transformasi Digital
Dailynesia.com – Key Strategy, Grab Indonesia kembali memperluas inisiatif Kota Masa Depan ke Banjarmasin, sebagai bagian dari upaya mendorong partisipasi UMKM dalam ekosistem digital. Program ini berfokus pada pemberdayaan pedagang pasar, mulai dari pengenalan platform jualan online hingga peningkatan kemampuan manajemen bisnis. Tujuan utamanya adalah mempercepat transformasi digital UMKM, yang diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah melalui akses pasar yang lebih luas.
Sejak diluncurkan pada tahun 2021, inisiatif Kota Masa Depan telah menjangkau lebih dari 200 ribu pelaku usaha mikro kecil menengah di 17 kota besar Indonesia. Di Banjarmasin, pelatihan berlangsung selama empat bulan, mencakup modul pengembangan bisnis, strategi pemasaran digital, serta literasi keuangan. Peserta diberikan pengetahuan tentang cara membangun ekosistem usaha yang efektif di tengah tantangan persaingan global. Pelatihan ini dilakukan secara intensif, dengan penekanan pada teknik berjualan online yang mudah dipahami oleh pedagang pasar.
Penguatan Ekosistem Pendapatan Daerah
“Kita melakukan pelatihan intensif selama empat bulan, mulai dari memperkenalkan cara masuk ke dunia digital, hingga membekali mereka dengan teknik pemasaran dan literasi keuangan. Tips praktis mengenai pengelolaan usaha juga diberikan agar bisnis bisa berjalan lebih baik,” ujar Yose Tireza Arizal, Head of Expansion Operations Territory Grab Indonesia.
Program ini tidak hanya bertujuan mengubah cara pedagang pasar menjual produk, tetapi juga meningkatkan keterlibatan UMKM dalam meningkatkan pendapatan daerah. Dengan Key Strategy ini, Grab berharap mampu menciptakan pola ekonomi yang lebih inklusif, dengan melibatkan sektor-sektor strategis seperti pedagang sayur, ikan, dan kebutuhan rumah tangga. Dukungan dari Grab mencakup akses ke permodalan, pelatihan teknis, serta pemahaman tentang pemasaran digital yang bisa diterapkan di lapangan.
Yose menegaskan bahwa Grab tidak hanya fokus pada merchant GrabFood, tetapi juga mendukung UMKM pasar secara menyeluruh. “Dengan Key Strategy yang kami luncurkan, para pedagang bisa terhubung langsung dengan konsumen baru, baik di tingkat lokal maupun nasional,” tambahnya. Inisiatif ini didasari oleh keinginan untuk memperkuat ekosistem usaha yang berkelanjutan, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha baru di sektor retail.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Mitra Grab
Program Kota Masa Depan memperoleh dukungan pemerintah daerah setempat, yang menganggap inisiatif ini sebagai salah satu cara meningkatkan keterlibatan UMKM dalam pembangunan ekonomi lokal. Grab bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk perusahaan teknologi, platform e-commerce, dan institusi pendidikan untuk memastikan pelatihan yang diberikan memiliki dampak nyata. Partisipasi pedagang pasar dalam program ini menunjukkan kepercayaan mereka terhadap potensi Key Strategy untuk memperluas pangsa pasar.
“Kami berharap Kota Banjarmasin dapat menjadi contoh kota yang membuka peluang ekonomi lebih luas. Melalui program ini, para pengusaha bisa terhubung langsung dengan pasar dan konsumen secara digital,” tambah Yose. Dukungan dari pihak pemerintah dan komunitas lokal menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelatihan yang mengubah cara pedagang pasar beroperasi di tengah era digital.
Grab juga mengungkapkan rencana untuk melanjutkan inisiatif ini ke kota-kota lain. “Dengan jumlah peserta yang terus meningkat, kami berharap bisa menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di berbagai daerah,” kata Yose. Selain Banjarmasin, beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan telah mengadopsi Key Strategy sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal mereka.
Pengembangan Sumber Daya Manusia UMKM
Athya Nasya Ulya, perwakilan Hai Hai Ricebowl yang terlibat dalam program, menilai pelatihan ini sangat bermanfaat. “Semua hal tersebut diajarkan secara sistematis, sehingga usaha tidak lagi bersifat acak,” jelas Athya. Dengan Key Strategy, pedagang pasar kini mampu memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce untuk menjangkau konsumen baru, meningkatkan volume penjualan, dan memperkuat brand awareness.
Program ini tidak hanya memberikan keterampilan berjualan online, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman tentang manajemen keuangan, analisis pasar, serta strategi pemasaran yang bisa diterapkan dalam usaha mereka. Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, Key Strategy diharapkan bisa meningkatkan daya saing UMKM lokal, sekaligus memperkuat keterlibatan mereka dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Grab terus berupaya menciptakan ekosistem usaha yang inklusif, dengan melibatkan perempuan, mitra pengemudi, dan pelaku usaha lainnya. “Key Strategy ini merupakan langkah strategis untuk mengubah cara pedagang pasar beroperasi, sekaligus menciptakan jaringan kerja yang lebih luas,” imbuh Yose. Program ini menjadi bukti komitmen Grab untuk mengembangkan ekonomi digital Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai sektor.

