Special Plan: Minyakita Harga Mahal, Mendag Sebut Lebih Baik dari 2025
Dailynesia.com – Dalam rangkaian acara Special Plan yang diselenggarakan CNBC Indonesia, Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan penjelasan terkait keluhan mengenai harga Minyakita yang dianggap terlalu tinggi. Isu ini muncul setelah laporan dari Ombudsman menyebutkan bahwa kenaikan harga bahan bakar Minyakita terus berlanjut, dengan rata-rata harga mencapai Rp 15.900 per liter. Mendag Budi menjelaskan bahwa situasi saat ini justru lebih baik dibandingkan kondisi pada tahun 2025, dengan harapan kebijakan yang dijalankan bisa memberikan solusi yang lebih efektif.
Respons Mendag Budi Santoso terhadap Kritik Harga Minyakita
Budi Santoso, dalam wawancara khusus pada Special Plan, menegaskan bahwa kenaikan harga Minyakita yang terjadi sejauh ini adalah dampak dari beberapa faktor eksternal seperti inflasi global dan kenaikan biaya produksi. “Meski ada keluhan, kami yakin bahwa penyesuaian harga ini tidak terlepas dari upaya untuk memastikan ketersediaan bahan bakar yang stabil,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah sedang berupaya meningkatkan efisiensi distribusi dan memperbaiki struktur harga untuk mengurangi tekanan inflasi terhadap konsumen.
Analisis dari Program Squawk Box CNBC Indonesia
Sebagai bagian dari Special Plan, program Squawk Box CNBC Indonesia pada 11 Mei 2026 menjadi platform untuk mendiskusikan isu ini secara mendalam. Pada kesempatan tersebut, Budi Santoso menjelaskan bahwa data harga Minyakita terbaru menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode sebelumnya, namun ia menegaskan bahwa perbaikan terus dilakukan untuk memastikan harga yang lebih kompetitif. “Kami tidak berhenti untuk mengevaluasi kebijakan, termasuk dalam rangka menyukseskan Special Plan,” lanjutnya.
Berdasarkan laporan Ombudsman, ada keluhan dari sejumlah konsumen bahwa harga Minyakita terus meningkat, bahkan melebihi rata-rata harga bahan bakar lain. Namun, Mendag Budi mencontohkan bahwa penyesuaian ini adalah bagian dari upaya untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi nasional dan stabilitas harga. Ia juga menyinggung peran kementerian dalam mendorong penggunaan bahan bakar lokal sebagai bagian dari strategi pengurangan ketergantungan pada impor.
Perbandingan Harga Minyakita dan Kebijakan Pemerintah
Analisis dalam Special Plan menunjukkan bahwa meski harga Minyakita terus naik, pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya. Contohnya, melalui program pengoptimalan subsidi yang ditujukan pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. “Ini adalah langkah strategis dalam Special Plan untuk memastikan akses bahan bakar tetap terjangkau,” jelas Budi. Ia juga menegaskan bahwa harga bahan bakar akan terus dipantau agar tidak terlalu memberatkan konsumen, terutama di tengah tekanan inflasi yang terus berlanjut.
Dalam wawancara tersebut, Budi juga menyebutkan bahwa kenaikan harga Minyakita tidak bisa dihindari karena perusahaan pelatih bahan bakar harus menghadapi kenaikan biaya produksi dan distribusi. Namun, ia berharap dengan penerapan kebijakan dalam Special Plan, kenaikan harga bisa ditekan sekaligus meningkatkan kualitas produk. “Kami menilai bahwa upaya ini lebih baik dibandingkan kondisi di tahun 2025,” tegasnya. Penyesuaian harga dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan pasokan bahan bakar di Indonesia.

